Kamis, 23 April 2026

Video

VIDEO - Jejak Intelektual KH Cholil Nafis, Dari Pesantren ke Panggung Nasional

Lingkungan keluarga sederhana yang kental dengan tradisi pesantren, nilai-nilai agama telah menjadi napas keseharian

CERITA PARA KIAI: KH Muhammad Cholil Nafis
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI)

SERAMBINEWS.COM - Perjalanan menuju panggung nasional tidaklah instan. KH Muhammad Cholil Nafis ditempa sejak kecil di lingkungan pesantren Madura hingga meraih gelar doktor ekonomi syariah di luar negeri.

Dari tanah Madura, langkah seorang santri dimulai. Di lingkungan keluarga sederhana yang kental dengan tradisi pesantren, nilai-nilai agama telah menjadi napas keseharian.

Anak itu bernama KH Muhammad Cholil Nafis. Kini ia dikenal sebagai Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). Namun sebelum berada di forum-forum nasional, ia adalah santri yang tumbuh dalam disiplin ilmu agama dan kitab-kitab klasik.

Akar Pesantren Sejak Dini

KH Cholil lahir dari keluarga yang memadukan tradisi keagamaan dan kewirausahaan. Dari jalur ibu, ia berasal dari keluarga kiai yang memiliki pesantren. Sementara sang ayah berprofesi sebagai pengusaha.

“Kalau dari jalur bapak adalah pengusaha. Tapi anak-anaknya disekolahkan di sekolah agama, bahkan kita semua itu pendidikan agama di pondok pesantren,” ujarnya.

Baca juga: Hotman Paris Minta Maaf soal Promosi Miras Holywings, Cholil Nafis Minta Kasusnya Diproses Hukum

Sejak kecil, ia akrab dengan Al-Qur’an dan kitab kuning. Pendidikan dasarnya ditempuh di Madura, lalu melanjutkan ke sejumlah pesantren. Ia pernah belajar di Cerenguan, Sampang.

Kemudian ia meneruskan pendidikan Tsanawiyah di Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan.

“Ke­mudian meneruskan Tsanawiyah di Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan,” kenangnya.

Untuk jenjang Aliyah, ia kembali ke Madura dan belajar di Panyeppen, Pamekasan.

Lingkungan pesantren itulah yang membentuk karakter dan cara pandangnya terhadap kehidupan.

“Jadi kehidupan memang sekolah agama. Saya dari kecil belajar Al-Qur’an, belajar kitab-kitab klasik, itu yang lebih banyak ditekuni,” tuturnya.

Baca juga: Rekening Yayasannya Diblokir PPATK, Ketua MUI Cholil Nafis Minta Prabowo Segera Ambil Tindakan

Menjembatani Tradisi dan Akademik Modern

Setelah menempuh pendidikan pesantren, KH Cholil melanjutkan pendidikan tinggi dengan mengambil jurusan fikih perbandingan mazhab dan pendidikan agama Islam.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved