Sabtu, 11 April 2026

Video

VIDEO - Iran Klaim Hantam Kapal Perang AS, Markas Armada Kelima di Bahrain Jadi Sasaran

Selain di Bahrain, laporan juga menyebut ledakan terdengar di Kuwait dan di ibu kota Uni Emirat Arab, Abu Dhabi

|

SERAMBINEWS.COM - Timur Tengah kembali memanas. Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim telah menggempur kapal tempur milik Komando Angkatan Laut Amerika Serikat di perairan kawasan Teluk sebagai balasan atas serangan gabungan AS dan Israel ke Teheran. 

Teheran menegaskan, operasi tersebut merupakan respons langsung terhadap rentetan serangan yang sebelumnya menyasar ibu kota Iran. Dalam pernyataannya, Iran menyebut pangkalan Angkatan Laut AS di Bahrain turut menjadi target.

Sebuah video yang beredar memperlihatkan kepulan asap di sekitar markas United States Fifth Fleet yang bermarkas di Manama. Namun hingga kini, pihak Washington belum memberikan konfirmasi resmi terkait klaim kerusakan kapal maupun dampak serangan tersebut.

Baca juga: Rudal Hipersonik Iran Hiasi Langit Menuju Israel, Begini Penampakannya, Terlihat Sangar dan Aneh

Baca juga: Cincin Perak di Jari Ali Khamenei dengan Ukiran Ayat Al-Quran Surah Asy-Syuara, Ini Artinya

Baca juga: VIDEO - Khamenei Tewas Usai Serangan Besar AS-Israel, Jasadnya Dibawah Reruntuhan

Pemerintah Bahrain mengakui bahwa markas Armada Kelima menjadi sasaran rudal. Di saat bersamaan, sejumlah negara Teluk melaporkan berhasil mencegat proyektil yang melintas di wilayah udara mereka.

Selain di Bahrain, laporan juga menyebut ledakan terdengar di Kuwait dan di ibu kota Uni Emirat Arab, Abu Dhabi, pada Minggu (1/3/2026). Seorang pejabat Qatar juga menyatakan negaranya berhasil mencegat dua rudal Iran yang melintas di atas wilayahnya.

Serangan balasan Iran ini terjadi tak lama setelah AS dan Israel melancarkan sekitar 900 serangan dalam kurun 12 jam pada Sabtu (28/2/2026). Target yang disebut disasar meliputi pangkalan militer, fasilitas nuklir, sistem pertahanan udara, hingga gedung pemerintahan di Iran.

Situasi ini menandai eskalasi serius di kawasan Teluk, dengan potensi dampak luas terhadap stabilitas regional dan jalur pelayaran strategis dunia.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved