Jumat, 8 Mei 2026

Video

VIDEO - Makna Keimanan di Balik Amalan Salat Witir

Manusia yang diciptakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dengan salah satu moto kita bahwa kita diciptakan untuk ibadah

Tayang:

Oleh KH Saepul Huppadz
Kepala Bidang Imarah Masjid Agung Al Amjad

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin wabihi nasta’in ‘ala umuriddunya waddin. Washshalatu wassalamu ‘ala asyrafil anbiya wal mursalin, sayyidil mursalin, wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in.

Faqala rabbi syrah li shadri wa yassir li amri wahlul ‘uqdatan min lisani yafqahu qauli. Fastadzkuruna ma aqulu lakum wa ufawwidu amri ilallah, innallaha bashirun bil ‘ibad.

Hadirin pemirsa tribuners di manapun anda berada, kaum muslimin dan muslimat.

Baca juga: Aceh Barat Apresiasi Gebyar Ramadhan dan Bantuan CSR PT Mifa Bersaudara

Mari kita sama-sama memuji dan bersyukur pada Allah subhanahu wa ta'ala atas limpahan nikmat dan kasih sayang kepada kita semuanya. Untuk itu kita sama-sama bersyukur dan berterima kasih pada Allah subhanahu wa ta'ala dengan cara melaksanakan seluruh perintah-Nya dan menjauhkan diri dari segala larangan-Nya.

Salat dan salam kita limpahkan kepada kekasih alam, Nabi Besar Muhammad shallallahu alaihi wasallam, Nabi akhiruz zaman, nabi yang menjadi panutan kita semua.

Pemirsa di mana pun anda berada,

Ibadah seyogyanya kita laksanakan karena kita adalah manusia yang diciptakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dengan salah satu moto kita bahwa kita diciptakan untuk ibadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
Wa ma khalaqtul jinna wal insa illa liya’budun.

Tentu ibadah ini adalah ibadah yang harus kita laksanakan. Ada ibadah mahdhah dan juga ada ibadah ghair mahdhah. Untuk itu semua kita laksanakan demi mengumpulkan poin-poin ibadah kita, untuk apa? Bekal kita nanti di yaumil akhir. 

Karena tidak ada yang lain, hanya berkat ibadah kita, tentu yang ikhlas karena Allah atau lillahi ta'ala.

Baca juga: Kapan Lailatul Qadar Datang? UAS Ungkap Waktu Terbaik Berburu di 10 Malam Terakhir Ramadhan

Pada kesempatan kali ini saya akan sengaja memberikan satu tema, di mana tema ini mungkin sudah selalu terngiang di hati pemirsa, di telinga pemirsa, apalagi terlebih lagi ketika menghadapi bulan suci Ramadhan, yaitu makna rakaat ganjil di salat witir.

Witir sudah kita tahu dalam Al-Qur’an adalah ganjil. Jadi salat ganjil ini salat yang sangat unik. Kenapa unik? Karena dilaksanakan tidak ada salat lagi selain salat itu, artinya dilaksanakan sebagai salat yang terakhir atau salat penutup.

Karena salat witir ini salat yang dilaksanakan ketika telah melaksanakan salat atau qiyamul lail yang lain.

Bagaimanakah hukum melaksanakan salat witir? Hukumnya adalah sunah yang sangat dianjurkan, sunah yang sangat penting dilaksanakan. Karena tadi kita akan ada kehidupan kembali setelah kita di dunia ini tiada, kita menjelang nanti di akhirat kelak. Itulah ganjaran yang akan kita temukan dan membantu kita nanti di hari di mana tidak ada yang lain, hanya amal kita yang berbicara.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved