Senin, 4 Mei 2026

Video

VIDEO - Israel Hantam Kilang Minyak Teheran, Kebakaran Besar Terlihat dari Kejauhan

Menurut militer Israel, operasi tersebut merupakan bagian dari langkah lanjutan untuk memperdalam kerusakan terhadap infrastruktur militer Iran

Tayang:

SERAMBINEWS.COM - Timur Tengah kembali memanas setelah serangan udara Israel menghantam sejumlah fasilitas penting di ibu kota Iran, Teheran, pada Sabtu (7/3/2026) malam.

Rekaman yang beredar memperlihatkan kobaran api besar dan kepulan asap tebal membumbung tinggi ke langit setelah serangan tersebut. Api dilaporkan muncul dari area kilang minyak dan fasilitas penyimpanan bahan bakar yang menjadi target serangan.

Dalam pernyataannya, militer Israel Defense Forces (IDF) menyebut serangan itu menyasar beberapa kompleks penyimpanan bahan bakar yang digunakan oleh angkatan bersenjata Iran di Teheran.

Menurut militer Israel, operasi tersebut merupakan bagian dari langkah lanjutan untuk memperdalam kerusakan terhadap infrastruktur militer Iran.

Baca juga: Marathon Geopolitik, dan Yatim Internasional : Membaca Iran Lewat Vali Nasr

Sementara itu, media Iran mengutip sumber dari Kementerian Perminyakan yang menyatakan bahwa tiga depot minyak diserang oleh pesawat tempur Israel. Lokasi yang menjadi sasaran berada di kawasan Kohak, Shahran, dan Karaj.

Laporan media lokal juga menyebutkan kebakaran besar terjadi di kilang Teheran setelah dua rudal menghantam fasilitas penyimpanan minyak tersebut.

Sebelumnya pada hari yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi serangan besar. Tak lama setelah itu, militer Israel mengumumkan peluncuran gelombang serangan baru yang menargetkan apa yang mereka sebut sebagai infrastruktur teroris milik rezim Iran di Teheran.

Serangan yang dilaporkan dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu pagi itu memicu respons dari Teheran. Iran mengklaim melancarkan serangan balasan yang menargetkan wilayah Israel serta kepentingan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Beberapa laporan juga menyebutkan terdengar ledakan di sejumlah negara Teluk menyusul eskalasi konflik tersebut.

Di tengah situasi yang semakin memanas, laporan sebelumnya juga menyebutkan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei tewas dalam serangan pada 28 Februari lalu, setelah berlangsung beberapa putaran pembicaraan antara pejabat Amerika Serikat dan Iran.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved