Rabu, 15 April 2026

Video

VIDEO MUTIARA RAMADHAN Lailatul Qadar: Malam Penuh Cahaya & Ampunan

Islam mengajarkan bahwa sekecil apa pun kebaikan yang kita lakukan akan diberi pahala oleh Allah

Islam mengajarkan bahwa sekecil apa pun kebaikan yang kita lakukan akan diberi pahala oleh Allah. Tetapi yang terbaik adalah semakin hari semakin meningkat, bukan hari ini semangat karena merasa lailatul qadar turun, lalu besok tidak bersemangat karena menganggap tidak turun.

Baca juga: Doa 10 Hari Terakhir Ramadhan 1447 H: Amalan dan Doa Malam Lailatul Qadar yang Dianjurkan

Yang seperti ini bertentangan dengan nilai Islam. Islam mengajarkan kita untuk semakin hari semakin baik, bukan semakin hari semakin menurun atau hanya berbuat baik pada hari tertentu saja.

Maka mari kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah, kita tidak terpancang dalam beribadah selama Ramadhan hanya untuk target malam lailatul qadar. Tetapi bagaimana mengisi Ramadhan dari hari pertama sampai akhir dengan semangat ibadah yang semakin meningkat, bukan flat, tetapi terus meningkat dari hari ke hari.
Itulah mengapa pada puncaknya, sebagaimana Nabi teladankan kepada kita, sepuluh hari terakhir menjadi puncak spiritualitas kita dalam menjalani perjalanan spiritual.

Ibarat kita sedang bertapa, sebenarnya puasa itu adalah proses pertapaan. Pada dua puluh hari pertama, pertapaan kita masih inklusif. Kita masih bekerja, masih berbaur, dan masih beraktivitas sebagaimana biasa. Tetapi memasuki sepuluh hari terakhir, kita bertapa secara eksklusif, yaitu i’tikaf, berdiam diri di masjid, menjauhi keramaian dan pikiran duniawi, serta fokus untuk muhasabah dan membangun kekuatan spiritualitas.

Namun ini menjadi paradoks. Karena sering kali semakin mendekati Idulfitri, kita justru semakin material. Bukannya semakin khusyuk di masjid, tetapi malah sibuk di mal, sibuk di terminal, sibuk di pasar, dan sibuk di supermarket karena kultur kita yang akan berpesta di Idulfitri.

Tentu kita tidak bisa mengabaikan kebutuhan duniawi, tetapi jangan sampai kebutuhan dunia mengganggu kebutuhan spiritualitas kita.

Baca juga: Kapan Malam Lailatul Qadar Sebenarnya? Simak Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Maka lailatul qadar adalah puncak perjalanan spiritual kita di bulan Ramadhan. Nilainya lebih baik dari 1000 bulan karena merupakan hasil perjalanan spiritual selama Ramadhan.

Sekali lagi, ini bagian dari hidden of God, rahasia Allah yang kita tidak tahu persis maknanya, kapan turunnya, dan bagaimana gambaran lailatul qadar, baik secara fisik maupun spiritual. Walaupun beberapa ulama mencoba menjelaskan situasi fisiknya, itu hanyalah upaya penafsiran yang tidak dimutlakkan.

Mari kita pahami lailatul qadar sebagai puncak perjalanan spiritualitas selama bulan Ramadhan, sehingga nilainya begitu tinggi dan begitu berharga, lebih berharga dari 1000 bulan.

Terima kasih, mudah-mudahan bermanfaat. Kurang lebihnya mohon maaf.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(*)

 

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved