Video
VIDEO - Iran Ancam Serang Pusat Logistik Kapal Induk AS di Laut Merah
(IRGC) memperingatkan akan menyerang pusat logistik yang mendukung operasional kapal induk terbesar milik Amerika Serikat
SERAMBINEWS.COM - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran melontarkan ancaman terhadap Amerika Serikat di tengah situasi konflik yang masih berlangsung di kawasan tersebut.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan akan menyerang pusat logistik yang mendukung operasional kapal induk terbesar milik Amerika Serikat di Laut Merah.
Iran menyatakan kapal induk USS Gerald R Ford kini dianggap sebagai target sah bagi serangan militer Iran.
Baca juga: Iran Perketat Keamanan di Teheran, Pos Pemeriksaan dan Internet Dibatasi
Ancaman tersebut muncul ketika kapal induk bertenaga nuklir milik AS itu dilaporkan tengah berada di pelabuhan Jeddah, Arab Saudi.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya Iran pada Minggu (15/3).
Ia menilai kehadiran kapal induk Amerika Serikat di kawasan Laut Merah sebagai ancaman langsung bagi Iran.
Dalam pernyataannya, Iran menegaskan bahwa pihaknya akan menargetkan pusat logistik dan layanan yang mendukung operasi kapal induk tersebut.
“Pusat logistik dan layanan yang memberikan dukungan kepada kelompok kapal induk tersebut di Laut Merah dianggap sebagai target Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran,” ujar juru bicara tersebut.
Ancaman itu secara khusus menyoroti berbagai infrastruktur pendukung operasi kapal induk Amerika Serikat, termasuk fasilitas pemeliharaan dan jaringan rantai pasokan yang menunjang aktivitas kapal perang tersebut, bukan hanya kapal induknya saja.(*)
| VIDEO BGN Akui Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik, Pakai Anggaran 2025 |
|
|---|
| VIDEO Tarif Selat Hormuz Tetap Rp 34 M, Meski sedang Gencatan Senjata |
|
|---|
| VIDEO Alasan Iran Turuti Trump Buka Selat Hormuz saat Gencatan Senjata |
|
|---|
| VIDEO - Puluhan Pemuda Demo ke Kejari Langsa Desak Pengusutan Korupsi Bantuan Banjir |
|
|---|
| VIDEO Camat Demo Kantor DPRK Aceh Singkil Ancam Tutup Pelayanan |
|
|---|