Minggu, 3 Mei 2026

Video

VIDEO - Masjid Jami Al-Makmur, Saksi Lebih dari Seabad Riuhnya Tanah Abang

Masjid Jami Al-Makmur menjadi saksi perjalanan panjang kawasan Tanah Abang, bangunan terlihat seolah terhimpit oleh deretan ruko

Tayang:

SERAMBINEWS.COM – Di tengah padatnya aktivitas perdagangan kawasan Tanah Abang, berdiri sebuah masjid tua yang tetap bertahan menghadapi perubahan zaman.

Masjid tersebut adalah Masjid Jami Al-Makmur yang berlokasi di Jalan KH Mas Mansyur Nomor 6, Kelurahan Kebon Kacang. Lebih dari satu abad berdiri, masjid ini menjadi tempat singgah bagi masyarakat yang ingin menepi sejenak dari hiruk-pikuk kawasan ekonomi yang tak pernah sepi.

Sejak awal berdirinya, Masjid Jami Al-Makmur menjadi saksi perjalanan panjang kawasan Tanah Abang. Kini, bangunan masjid terlihat seolah terhimpit oleh deretan ruko dan pertokoan yang tumbuh pesat di sekitarnya.

Baca juga: VIDEO - Melihat Pesawat dari Dekat, Serunya Ngabuburit di Taman Dirgantara Boyolali

Ghozi, salah satu pengurus masjid, mengatakan kondisi tersebut sangat berbeda dibandingkan puluhan tahun lalu. Dahulu, bangunan masjid tampak lebih megah karena lingkungan sekitarnya belum dipadati bangunan seperti saat ini.

“Dulu masjid terlihat besar dan megah. Sekarang terlihat lebih kecil karena di kanan-kiri sudah berdiri bangunan ruko,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).

Sejarah Masjid Jami Al-Makmur bermula dari niat dua pewakif, yakni Habib Abu Bakar bin Muhammad Al-Habsi dan Sheikh Abu Bakar bin Sukar. Pada 1914, keduanya membentuk Yayasan Masjid Jami Al-Ma’mur sebagai langkah awal pendirian masjid tersebut.

Setelah dana pembangunan terkumpul dari masyarakat dan para dermawan, pembangunan masjid dimulai pada 1915. Proses pembangunan melibatkan seorang arsitek asal Belanda yang merancang bangunan dengan memadukan berbagai unsur budaya.

Masjid yang didominasi warna putih ini menampilkan perpaduan arsitektur dengan sentuhan budaya Tionghoa dan Portugis. Setelah beberapa tahun proses pembangunan, Masjid Jami Al-Makmur akhirnya rampung pada 1917.

Baca juga: VIDEO - Iran Ancam Serang Pusat Logistik Kapal Induk AS di Laut Merah

Sejak saat itu, masjid ini menjadi tempat masyarakat Tanah Abang menunaikan salat lima waktu serta berbagai kegiatan keagamaan lainnya.

Pada awal berdirinya, luas bangunan masjid hanya sekitar 40 meter dari pintu utama. Namun seiring berjalannya waktu, masjid mengalami beberapa kali perluasan.

Pada 1932, seorang dermawan bernama Salim bin Talib dari Singapura mewakafkan sebidang tanah di sisi utara masjid. Perluasan kembali dilakukan pada 1950 ke arah barat.

Dari berbagai tahap pengembangan tersebut, luas area Masjid Jami Al-Makmur kini mencapai sekitar 3.500 meter persegi.

Meski telah mengalami sejumlah perubahan, beberapa bagian bersejarah tetap dipertahankan hingga kini. Salah satunya adalah mimbar masjid yang masih digunakan sejak awal berdirinya.

Di sisi kiri dan kanan ruang utama juga terdapat dua jam tua yang diperkirakan berasal dari era 1920 hingga 1930-an. Kedua benda tersebut menjadi saksi perjalanan panjang masjid sekaligus perubahan kawasan Tanah Abang dari masa ke masa.

Selain ruang utama untuk beribadah, masjid ini juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti perpustakaan, ruang taman pendidikan Al-Qur’an (TPA), serta ruang kegiatan majelis taklim.

Baca juga: Setahun Kota Kolaborasi: Semangat Kemajuan Kebersamaan

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved