Rabu, 22 April 2026

Video

VIDEO SAKSI KATA - Lebaran Di Pengungsian Serba Darurat dan Berharap Segera Dibangun Huntap

Riska mengaku sulit menggambarkan perasaannya saat harus menghadapi Idulfitri tanpa tempat tinggal.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Teuku Raja Maulana

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Derita korban banjir bandang di Desa Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, belum juga berakhir. Salah satunya dialami Riska Devia (35), yang hingga kini masih bertahan di pengungsian setelah rumahnya hilang diterjang banjir pada akhir November 2025 lalu.

Sudah empat bulan berlalu sejak bencana itu terjadi. Namun bagi Riska, waktu seolah tak banyak mengubah keadaan. Rumah beserta tanah tempat berdirinya kini tak lagi tersisa, menyisakan luka dan ketidakpastian yang terus ia rasakan hingga menjelang Lebaran.

Riska mengaku sulit menggambarkan perasaannya saat harus menghadapi Idulfitri tanpa tempat tinggal. Momen yang biasanya penuh kebahagiaan justru berubah menjadi kesedihan mendalam.

Baca juga: Korban Banjir Bandang 2025 di Aceh Utara Ditemukan Sudah Jadi Kerangka di Kebun Desa Tetangga

“Rumah kami sudah tidak ada lagi, semua dibawa banjir. Mau cerita bagaimana Lebaran nanti pun rasanya sulit,” ujarnya lirih, Jumat (19/3/2026).

Ia mengenang detik-detik saat banjir bandang menerjang desanya. Air datang dengan cepat dan menghancurkan apa saja yang dilalui, memaksa warga menyelamatkan diri tanpa sempat membawa banyak barang.

Sejak saat itu, Riska bersama warga lainnya masih menggantungkan hidup di pengungsian dengan segala keterbatasan. Harapan terbesar mereka kini tertuju pada pemerintah agar segera memberikan solusi nyata.

Riska berharap pemerintah dapat membangun hunian tetap (huntap) bagi korban serta menyalurkan bantuan hidup (jadup) agar mereka bisa kembali menata kehidupan yang sempat porak-poranda.

“Kami sangat berharap ada perhatian serius. Setidaknya kami punya tempat tinggal lagi dan bisa memulai hidup dari awal,” harapnya.

Kisah Riska menjadi potret pilu dari warga Pante Lhong yang hingga kini masih berjuang bangkit dari dampak salah satu banjir terparah di wilayah tersebut.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved