Kamis, 23 April 2026

Video

VIDEO - 14 Kapal Tembus Hormuz dalam 24 Jam, Blokade AS Dipertanyakan!

Angkatan Darat Iran menyebut kapal tersebut menempuh perjalanan melalui Laut Arab dengan pengawalan penuh

SERAMBINEWS.COM - Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru mengungkap adanya kapal-kapal yang tetap melintas meski di tengah blokade Amerika Serikat.

Data pelacakan maritim yang dikutip Fars News Agency pada (21/4/2026) mencatat sedikitnya 14 kapal berhasil melintasi jalur tersebut dalam 24 jam terakhir.

Dari jumlah tersebut, empat kapal tercatat masuk (inbound) ke kawasan Teluk, sementara sepuluh lainnya keluar (outbound), termasuk tiga kapal tanker minyak.

Baca juga: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Iran, Blokade Selat Hormuz Tetap Berlanjut

Menariknya, tujuh dari total kapal yang melintas dilaporkan mengibarkan bendera Iran, menunjukkan aktivitas maritim Teheran masih berlangsung di tengah tekanan militer.

Data tersebut merujuk pada sistem pemantauan milik pusat pelacakan maritim China, yang mencatat pergerakan kapal secara real-time di kawasan perairan strategis tersebut.

Di sisi lain, laporan juga menyebut lebih dari 400 kapal masih berada dalam kondisi diam di kawasan Teluk, menandakan dampak signifikan dari situasi keamanan yang belum stabil.

Sementara itu, militer Iran mengklaim keberhasilan pengawalan sebuah kapal tanker minyak miliknya hingga tiba dengan selamat di perairan teritorial Iran.

Baca juga: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Iran, Blokade Selat Hormuz Tetap Berlanjut

Dalam pernyataan resmi, Angkatan Darat Iran menyebut kapal tersebut menempuh perjalanan melalui Laut Arab dengan pengawalan penuh dari Angkatan Laut.

Operasi pengamanan dilakukan secara maksimal guna memastikan tidak ada gangguan selama pelayaran berlangsung.

Keberhasilan ini disebut sebagai bukti kesiapan militer Iran dalam menjaga jalur distribusi energi di tengah ancaman blokade.

Situasi ini memperlihatkan bahwa meskipun tekanan dari Amerika Serikat terus berlanjut, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz belum sepenuhnya terhenti.

Pengamat menilai, kondisi ini bisa menjadi indikator bahwa efektivitas blokade masih dipertanyakan, sekaligus membuka potensi eskalasi baru di kawasan jika ketegangan terus meningkat.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved