Selasa, 28 April 2026

Video

VIDEO 20.000 Pelaut Terjebak akibat Blokade Selat Hormuz

Sebanyak 20.000 pelaut dilaporkan terjebak di kawasan Teluk Persia selama berminggu-minggu akibat konflik

Editor: Aldi Rani

SERAMBINEWS.COM - Sebanyak 20.000 pelaut dilaporkan terjebak di kawasan Teluk Persia selama berminggu-minggu akibat konflik yang membuat Selat Hormuz tidak dapat dilalui secara normal.

Laporan Al Mayadeen (27/4) menyebut bahwa Kapten kapal asal India, Rahul Dhar, bersama krunya telah berada dalam kondisi terjebak selama sekira delapan minggu di sebuah kapal tanker di Teluk Persia.

Ia menyebutkan bahwa beberapa kali kru menyaksikan drone dan rudal meledak di tengah situasi konflik yang masih berlangsung dan berdampak pada tertutupnya Selat Hormuz secara efektif.

Dhar menjelaskan bahwa meskipun kru masih berusaha menjaga rutinitas harian, ketegangan tetap terasa.

Ia juga menyebut adanya “harapan hati-hati” setelah gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran, namun belum ada kepastian kapan konflik akan benar-benar berakhir.

Ia menambahkan bahwa komunikasi dan aktivitas kecil di atas kapal dilakukan untuk menjaga stabilitas mental para kru di tengah situasi yang tidak menentu.

Selama masa tersebut, kru beberapa kali menyaksikan intersepsi rudal dan aktivitas drone, baik di dekat kapal maupun di cakrawala saat mereka berjaga.

Menurutnya, kejadian tersebut menimbulkan tekanan psikologis yang cukup besar.

Di sisi lain, sekitar 20.000 pelaut dari ratusan kapal, termasuk tanker minyak, gas, dan kapal kargo, tidak dapat melintasi Selat Hormuz.  

Puluhan kapal dilaporkan menjadi sasaran serangan sejak perang dimulai, dan sedikitnya 10 pelaut dilaporkan meninggal dunia. (*)

Editor: Aldi Rani
VO: Siti Masyithah

Baca juga: Iran Ajukan Proposal Damai ke AS, Selat Hormuz Dibuka, Perang Diakhiri

Baca juga: Italia Siap Kerahkan Kapal Penyapu Ranjau ke Selat Hormuz

Baca juga: Trump Perintah Tembak di Tempat Kapal Iran yang Memasang Ranjau di Selat Hormuz

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved