Jumat, 1 Mei 2026

Video

VIDEO - Warga Aceh di Amerika Ubah Gereja Menjadi Meunasah

Keberhasilan mewujudkan cita-cita untuk memiliki meunasah ini tidak terlepas kekompakan para perantau Aceh

Tayang: | Diperbarui:

SERAMBINEWS.COM - HARRISBURG, PENNSYLVANIA – Syedara Lon, sebuah momen bersejarah lahir dari kebersamaan masyarakat Aceh di perantauan. 
Setelah dua dekade cita-cita mendirikan meunasah tertunda, kini warga Aceh yang menetap di Harrisburg, Pennsylvania, berhasil membeli sebuah bangunan bekas United Methodist Church untuk dijadikan Meunasah Aceh.

Bangunan ini diproyeksikan akan menjadi pusat aktivitas keagamaan dan sosial masyarakat perantau Aceh, maupun warga muslim dunia yang bermukim di Harrisburg. 

Zulfikar Ben, warga Aceh yang telah lama bermukim di Amerika Serikat, merekam momen yang berlangsung pada tanggal 28 April 2026 ini, dan mengirimkan kepada Serambinews.com. 

Zulfikar mengatakan, keberhasilan warga Aceh mewujudkan cita-cita untuk memiliki meunasah ini tidak terlepas kekompakan para perantau Aceh dan Indonesia di Harrisburg dan berbagai daerah lainnya di Amerika. 

Baca juga: Warga Aceh di Amerika Beli Gereja, Akan Diubah Jadi Meunasah

Apresiasi dan ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada kelurga pengusaha sukses Aceh di Amerika, Teuku Malik beserta istrinya Tiwi Wijaya, yang sekarang berdomisili di New Jersey.

Keluarga Teuku Malik ini menjadi salah satu figur di balik sukesnya proses akuisisi gedung bekas gereja methodist ini untuk menjadi meunasah Aceh.

Zulfikar mengatakan, bangunan yang terletak di 219 Locust Street, Steelton, Harrisburg ini dibeli seharga USD 52,044.25, sudah termasuk biaya penutupan dari fungsi awal.

Dengan status bangunan yang sebelumnya sudah berizin sebagai rumah ibadah, proses alih fungsi menjadi meunasah akan lebih mudah.

Presiden ACC, Musdar Arsyad, menjelaskan bahwa renovasi akan dilakukan tanpa banyak mengubah struktur asli. 

Penambahan ornamen Islam, arah kiblat, tempat wudhu, serta ruang untuk shalat dan pengajian akan menjadi prioritas. 

Renovasi diperkirakan membutuhkan dana tambahan sekitar USD 100–120 ribu, mencakup perbaikan atap, sistem listrik, plumbing, HVAC, hingga area luar seperti parkir dan dinding bata.

Dari Harrisburg Pennsylvania, Amerika Serikat, Syedara Lon Zulfikar Ben, melaporkan untuk Serambinews.com.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved