Sabtu, 30 Mei 2026

Video

VIDEO - Korea Selatan Pertimbangkan Tangkap Netanyahu usai Insiden Flotilla Gaza

Lee menilai kapal para aktivis tidak memasuki wilayah Israel maupun melanggar batas negara mana pun.

Tayang:

SERAMBINEWS.COM - Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, dikabarkan murka setelah dua warga negaranya ditangkap pasukan Israel saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza.

Sebagai respons, Lee disebut mempertimbangkan langkah tegas dengan mendukung pelaksanaan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang sebelumnya telah dikeluarkan oleh Pengadilan Kriminal Internasional.

Dikutip dari South China Morning Post pada Jumat (22/5/2026), Lee bahkan secara terbuka menyebut Netanyahu sebagai penjahat perang.

Baca juga: VIDEO - Iran Bahas Sayembara Rp 1 Triliun untuk Habisi Trump dan Netanyahu

Kemarahannya dipicu insiden penangkapan armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 yang dicegat Israel di perairan internasional.

Armada tersebut diketahui membawa bantuan untuk warga Gaza berupa makanan, obat-obatan, dan perlengkapan medis.

Di antara ratusan aktivis yang ikut dalam pelayaran itu, dua di antaranya merupakan warga negara Korea Selatan.

Menurut laporan The Chosun Daily, dalam rapat kabinet terbaru, Lee Jae Myung mempertanyakan dasar hukum Israel menghentikan kapal bantuan tersebut.

Lee menilai kapal para aktivis tidak memasuki wilayah Israel maupun melanggar batas negara mana pun.

Baca juga: Netanyahu Ngaku Sempat Idap Kanker Prostat Stadium Awal, Kini Klaim Pulih Total

Ia juga menyoroti semakin banyak negara Eropa yang mulai mempertimbangkan menindaklanjuti surat perintah ICC terhadap Netanyahu.

“Kita juga perlu mempertimbangkan sikap serupa. Mari kita pertimbangkan untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan juga,” kata Lee dalam rapat kabinet.

Pernyataan tersebut langsung memicu perhatian internasional karena menjadi salah satu kritik paling keras dari pemimpin Asia terhadap Israel sejak konflik Gaza kembali memanas.

Sementara itu, pemerintah Israel dilaporkan telah membebaskan seluruh aktivis yang sebelumnya ditahan.

Para aktivis saat ini berada di Turki sebelum dipulangkan ke negara masing-masing.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved