Video
VIDEO - Korea Selatan Pertimbangkan Tangkap Netanyahu usai Insiden Flotilla Gaza
Lee menilai kapal para aktivis tidak memasuki wilayah Israel maupun melanggar batas negara mana pun.
SERAMBINEWS.COM - Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, dikabarkan murka setelah dua warga negaranya ditangkap pasukan Israel saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza.
Sebagai respons, Lee disebut mempertimbangkan langkah tegas dengan mendukung pelaksanaan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang sebelumnya telah dikeluarkan oleh Pengadilan Kriminal Internasional.
Dikutip dari South China Morning Post pada Jumat (22/5/2026), Lee bahkan secara terbuka menyebut Netanyahu sebagai penjahat perang.
Baca juga: VIDEO - Iran Bahas Sayembara Rp 1 Triliun untuk Habisi Trump dan Netanyahu
Kemarahannya dipicu insiden penangkapan armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 yang dicegat Israel di perairan internasional.
Armada tersebut diketahui membawa bantuan untuk warga Gaza berupa makanan, obat-obatan, dan perlengkapan medis.
Di antara ratusan aktivis yang ikut dalam pelayaran itu, dua di antaranya merupakan warga negara Korea Selatan.
Menurut laporan The Chosun Daily, dalam rapat kabinet terbaru, Lee Jae Myung mempertanyakan dasar hukum Israel menghentikan kapal bantuan tersebut.
Lee menilai kapal para aktivis tidak memasuki wilayah Israel maupun melanggar batas negara mana pun.
Baca juga: Netanyahu Ngaku Sempat Idap Kanker Prostat Stadium Awal, Kini Klaim Pulih Total
Ia juga menyoroti semakin banyak negara Eropa yang mulai mempertimbangkan menindaklanjuti surat perintah ICC terhadap Netanyahu.
“Kita juga perlu mempertimbangkan sikap serupa. Mari kita pertimbangkan untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan juga,” kata Lee dalam rapat kabinet.
Pernyataan tersebut langsung memicu perhatian internasional karena menjadi salah satu kritik paling keras dari pemimpin Asia terhadap Israel sejak konflik Gaza kembali memanas.
Sementara itu, pemerintah Israel dilaporkan telah membebaskan seluruh aktivis yang sebelumnya ditahan.
Para aktivis saat ini berada di Turki sebelum dipulangkan ke negara masing-masing.(*)
| VIDEO - Tinggal Hitung Jam Ijab Kabul, Oknum Anggota Densus 88 Mendadak Batalkan Pernikahan |
|
|---|
| VIDEO - 9 WNI Korban Penahanan Israel Pulang dengan Trauma, Ada yang Dipukul dan Disetrum |
|
|---|
| VIDEO Dibebaskan Israel, Ratusan Aktivis Global Sumud Flotilla Teriak 'Free Palestine' |
|
|---|
| VIDEO Amerika Habiskan Banyak Amunisi Cegat Ratusan Rudal Balistik Iran |
|
|---|
| VIDEO AS Habiskan 200 Rudal THAAD untuk Lindungi Israel dari Serangan Iran |
|
|---|