Selasa, 26 Mei 2026

Video

VIDEO - Netanyahu Semprot Trump Lewat Telepon, Israel Tegaskan Siap Serang Iran

Netanyahu khawatir jika negosiasi tersebut justru memberi keuntungan besar bagi Teheran.

Tayang: | Diperbarui:

SERAMBINEWS.COM - Percakapan telepon antara Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan berlangsung tegang pada Minggu (24/5/2026).

Pembicaraan tersebut terjadi di tengah upaya Washington melanjutkan negosiasi dengan Iran guna meredakan konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.

Dalam percakapan itu, Netanyahu menegaskan bahwa Israel akan tetap bebas mengambil tindakan militer terhadap ancaman yang dianggap membahayakan keamanan negaranya, termasuk di Iran maupun Lebanon.

Baca juga: VIDEO - Korea Selatan Pertimbangkan Tangkap Netanyahu usai Insiden Flotilla Gaza

Sikap keras Netanyahu disebut sebagai bentuk kekhawatiran Israel terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Menurut laporan, Netanyahu khawatir jika negosiasi tersebut justru memberi keuntungan besar bagi Teheran.

Menanggapi pernyataan Netanyahu, Trump dikabarkan mengaku memahami posisi Israel terkait isu keamanan nasional.

Meski percakapan berlangsung panas, Trump berusaha menenangkan kekhawatiran Netanyahu dengan membeberkan perkembangan terbaru negosiasi Washington dan Teheran.

Trump juga menegaskan kepada Israel bahwa Amerika Serikat tidak akan menyetujui kesepakatan apa pun tanpa pembongkaran penuh program nuklir Iran.

Donald Trump disebut tetap berpegang pada tuntutan lama Washington agar Iran menghentikan seluruh aktivitas nuklir yang dianggap berpotensi mengancam stabilitas kawasan.

Hubungan Trump dan Netanyahu sendiri belakangan dikabarkan mulai merenggang.

Sebelumnya, Trump sempat memberi sinyal mengurangi peran Netanyahu dalam pembicaraan damai terkait Iran.

Situasi itu membuat pengaruh Israel terhadap kebijakan Amerika Serikat dalam negosiasi nuklir disebut mulai melemah.

Di sisi lain, Israel terus menegaskan bahwa mereka tidak akan membiarkan Iran memperkuat kemampuan militernya, terutama di tengah meningkatnya ketegangan regional yang juga melibatkan Hizbullah di Lebanon.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved