Video
VIDEO - Syukuran Kelulusan Sekolah Generasi Ketiga Diaspora Aceh di Swedia
Generasi ketiga anak Aceh yang lahir dan besar di Swedia baru saja lulus SMA atau di Swedia disebut student.
Laporan Asnawi Ali | Swedia
SERAMBINEWS.COM, SWEDIA - Komunitas diaspora Aceh di Swedia menggelar acara syukuran atas kelulusan tiga putri generasi ketiga diaspora Aceh yang lahir dan besar di Swedia. Acara berlangsung bertepatan dengan berakhirnya tahun ajaran sekolah dan Hari Nasional Swedia pada 6 Juni.
Di negara tersebut, kelulusan Sekolah Menengah Atas atau dikenal sebagai "Student" memiliki makna penting sebagai gerbang menuju kehidupan dewasa. Tradisi itu menjadi salah satu momen bersejarah dalam perjalanan pendidikan seorang anak di Swedia.
Acara syukuran yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan dihadiri diaspora Aceh dari sejumlah kota, seperti Orebro, Stockholm, Nicoping, dan beberapa kota lainnya. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat ikatan generasi muda Aceh di Swedia agar tetap mengenal akar budaya dan nilai Islami meskipun sebagai minoritas.
Salah seorang diaspora Aceh di Swedia, Asnawi Ali, mengatakan bahwa bulan Juni menjadi momen istimewa karena menandai datangnya musim panas sekaligus berakhirnya masa sekolah bagi para pelajar di Swedia. Menurutnya, generasi ketiga anak Aceh yang lahir dan besar di Swedia baru saja lulus SMA atau di Swedia disebut student.
Asnawi Ali menjelaskan, syukuran tersebut digelar bersama diaspora Aceh yang berasal dari berbagai kota di Swedia sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian para pelajar sekaligus mempererat hubungan antar keluarga perantau.
Ia menambahkan, acara itu berlangsung bertepatan dengan Hari Nasional Swedia. Menurut Asnawi Ali, Swedia merupakan negara yang terbuka terhadap keberagaman, menghormati hak asasi manusia, dan memberikan kesempatan kepada para imigran untuk turut berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.
Bagi diaspora Aceh, syukuran kelulusan ini tidak hanya sebagai perayaan akademik, tetapi juga simbol keberhasilan generasi penerus yang tumbuh di negeri rantau tanpa melupakan identitas dan warisan budaya leluhurnya di Aceh. (*)
Narator: Dara
Video Editor: Muhammad Anshar