Video
VIDEO - Dihantam Rudal Israel, Qatar Bersumpah Tak Akan Tinggal Diam!
Majed al-Ansari menegaskan bahwa Qatar tidak akan tinggal diam atas pelanggaran kedaulatan negaranya.
SERAMBINEWS.COM - Serangan udara Israel dilaporkan menghantam ibu kota Qatar, Doha, pada Selasa, 9 September 2025. Israel mengklaim serangan tersebut menargetkan seorang pemimpin Hamas yang bersembunyi di kota tersebut.
Ledakan terdengar di dekat area kompleks perumahan yang dijaga oleh pasukan Emiri Qatar sejak awal konflik Gaza.
Qatar, yang selama ini menjadi mediator utama dalam perundingan gencatan senjata antara Israel dan Hamas, mengutuk keras serangan ini. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, melalui unggahan di platform media sosial X, menyebut tindakan Israel sebagai "agresi pengecut" dan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Serangan ini terjadi di tengah upaya alot perundingan gencatan senjata. Majed al-Ansari menegaskan bahwa Qatar tidak akan tinggal diam atas pelanggaran kedaulatan negaranya. Ia juga menyatakan bahwa serangan tersebut berpotensi merusak upaya perdamaian yang selama ini dibangun.
Meskipun demikian, menurut sumber dari Hamas, tim negosiasi yang berada di Doha selamat dari serangan. Sementara itu, pejabat Israel yang dikutip dari media Axios mengatakan operasi itu menyasar Khalil al-Hayya, seorang tokoh senior dan kepala negosiator Hamas.
Dengan insiden ini, ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas dan mengancam proses diplomasi yang sudah berjalan.
Baca juga: Israel Gagal Bunuh Pemimpin Hamas di Qatar Usai Bombardir Doha