Kamis, 7 Mei 2026

Video

VIDEO Pemerintah Aceh Lakukan Percepatan Buka Rute Internasional dari Krueng Geukueh ke Penang

Pemerintah Aceh menargetkan rute penumpang dan barang ini dapat beroperasi pada akhir Oktober 2025. 

Tayang:
Penulis: Zaenal | Editor: T Nasharul

SERAMBINEWS.COM - Delegasi Pemerintah Aceh melakukan kunjungan penting ke Pelabuhan Pulau Pinang, Malaysia, dalam rangka mempercepat pembukaan rute pelayaran internasional dari Krueng Geukueh, Aceh Utara, menuju Penang, Malaysia.

Di sana, delegasi yang dikirim oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem, melakukan pertemuan dengan otoritas Pelabuhan Pulau Pinang, sekaligus meninjau langsung fasilitas di pelabuhan internasional ini.

Pertemuan yang berlangsung pada Rabu, 24 September 2025, di Kantor Penang Port – George Town, Pulau Pinang, dipimpin oleh General Manager Penang Port, Dato Dr. Vijayaindiaran, dan dihadiri jajaran manajemen pelabuhan serta tim dari Kastam Malaysia.

Baca juga: Wagub Fadhlullah Sampaikan Peluang Investasi Sektor Pelabuhan ke Kedubes Selandia Baru

Ismail Rasyid, pengusaha asal Aceh yang merupakan pemilik PT Trans Continent, perusahaan yang bergerak di bidang multimoda transport menyebutkan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari program strategis yang telah melalui studi kelayakan dan persiapan lintas sektor. 

Ismail juga memandu diskusi teknis terkait operasional armada, regulasi barang dan penumpang, dalam kerangka CIQP+S (Custom, Immigration, Quarantine, Port & Security).

Ismail yang turut mengirimkan video kegiatan itu kepada Serambinews.com mengatakan, Delegasi Aceh dipimpin oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, serta diikuti oleh perwakilan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Tim RPJMA, PT Pembangunan Aceh (PEMA), dan PT Trans Continent selaku mitra strategis PT PEMA.

Baca juga: INSYAALLAH, Oktober Pelayaran ke Penang Dibuka Dari Pelabuhan Krueng Geukueh

Delegasi Aceh yang didampingi staf dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang juga meninjau langsung tiga dermaga utama Pelabuhan Pulau Pinang, yakni dermaga kapal pesiar, kapal konvensional, dan dermaga kontainer, untuk memastikan kesiapan fasilitas dalam mendukung rute pelayaran baru.

Pemerintah Aceh menargetkan rute penumpang dan barang ini dapat beroperasi pada akhir Oktober 2025. 

Langkah ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan konektivitas dan perdagangan Aceh, demi mendorong kemandirian ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Dari Pulau Pinang, Malaysia, untuk Aceh yang lebih terhubung dan berdaya saing global.

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved