Breaking News
Rabu, 10 Juni 2026

Penembakan di Aceh

Polisi Lindungi Pekerja Luar

Jajaran Polda Aceh mulai mendata pekerja luar Aceh di seluruh daerah ini, umumnya buruh bangunan asal Pulau Jawa

Tayang:
Editor: bakri
* Kodim 0101/BS Buka Telepon Pengaduan  

BANDA ACEH - Jajaran Polda Aceh mulai mendata pekerja luar Aceh di seluruh daerah ini, umumnya buruh bangunan asal Pulau Jawa. Pendataan dilakukan polisi untuk melindungi para buruh, baik di lokasi kerja maupun tempat tinggal mereka.

Kabid Humas Polda Aceh, AKBP Gustav Leo mengatakan polisi melakukan upaya ini menyusul pemberondongan terhadap pekerja luar Aceh, umumnya asal Pulau Jawa yang menyebabkan beberapa di antaranya tewas di sejumlah lokasi terpisah. “Pola pengamanan kita lakukan secara terbuka dan tertutup,” kata Gustav menjawab Serambi, Jumat kemarin.

Ditanya berapa banyak buruh bangunan luar Aceh yang sudah didata untuk dilindungi polisi, Kabid Humas mengakui belum menerima laporan dari Kapolresta Banda Aceh serta para kapolres dari kabupaten/kota di Aceh. “Tapi yang pasti pendataannya sudah dilakukan di seluruh Aceh mulai Jumat (6/1),” ujar AKBP Gustav Leo. Menurutnya, selain mendata untuk melindungi para buruh luar Aceh itu, polisi juga terus melakukan penyelidikan guna mengungkap berbagai peristiwa pemberondongan yang terjadi di Aceh akhir-akhir ini.

Mengenai aksi pemberondongan buruh bangunan di Simpang Aneuk Galong, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar yang akhirnya menewaskan seorang korban bernama Gunako (30), menurut Gustav polisi belum berhasil menangkap pelaku serta belum mengetahui motifnya, kecuali hanya mengetahui pelaku menggunakan senjata genggam.

Hal ini diketahui karena dari lima peluru dilepaskan pelaku, tak satu pun meninggalkan selongsong di lokasi kejadian. Polisi hanya menemukan satu proyektil. Dua lagi bersarang di dada korban, Sotiku Anas dan satu menyangkut di bagian dada korban Agus Suwetnyo (35) yang hingga kemarin masih dirawat di RSU Zainoel Abidin Banda Aceh. Sedangkan satu proyektil bersarang di bagian kepala Gunako.

“Untuk mengungkap kasus itu, kita juga bekerja sama dengan instansi terkait lainnya, seperti TNI. Namun, yang paling penting juga bantuan masyarakat,” imbau Gustav.  

Gustav menyebutkan, ke-18 buruh bangunan yang luput dari insiden itu hingga kemarin tak bekerja. Mereka diamankan di Mapolsek Sukamakmur, bukan Mapolsek Kuta Malaka seperti diberitakan sebelumnya.

Dandim 0101/BS, Letkol Saptono Syiwarudi SSos, Jumat kemarin mengirim siaran pers kepada Serambi yang intinya menyerukan seluruh masyarakat mengaktifkan kembali Poskamling dan jaga malam di gampong masing-masing.

“Masyarakat dalam melaksanakan jaga malam diharapkan membawa alat-alat yang dapat dipergunakan untuk menjaga keselamatan diri. Kepada para pekerja pendatang jika mendapat ancaman secara lisan atau tertulis/sms agar segera melapor kepada pihak berwajib, yaitu ke Polsek dan Koramil terdekat. “Bisa juga ke nomor telepon piket Kodim 0101/BS 065121542,” demikian Dandim Letkol Saptono.(sal)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved