Rabu, 10 Juni 2026

Teknologi Tepat Guna

DPMG Aceh Tetapkan Tiga Besar Finalis Lomba Teknologi Tepat Guna 2026

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Aceh resmi menetapkan tiga besar finalis Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) dan Pos Pelayanan

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/HO
TETAPKAN FINALIS - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Aceh resmi menetapkan tiga besar finalis Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) dan Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2026. Penetapan tersebut dilakukan melalui rapat pleno dewan juri yang berlangsung di Banda Aceh pada 5 Juni 2026 setelah seluruh tahapan penilaian dan klarifikasi lapangan selesai dilaksanakan. 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Aceh resmi menetapkan tiga besar finalis Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) dan Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2026. Penetapan dilakukan melalui rapat pleno dewan juri di Banda Aceh, Kamis (5/6/2026), setelah seluruh tahapan penilaian dan klarifikasi lapangan rampung.

Rapat penetapan finalis dihadiri Sekretaris DPMG Aceh, Muhammad Nizar, S.STP., M.Si., mewakili Kepala DPMG Aceh. Hadir pula dewan juri yang diketuai Dr. Ir. Zulfadhli, S.T., M.T., IPM., dengan sekretaris Drs. Wardana, M.Si., serta anggota Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc., Dr. Saiful Badli, S.E., M.Si., Muhtadin, S.T., M.T., dan Faisal, S.IP., M.M. Tim juri berasal dari berbagai latar belakang keilmuan dan praktisi yang kompeten di bidang teknologi, pemberdayaan masyarakat, dan inovasi daerah.

Dalam sambutannya, Muhammad Nizar menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas inovasi yang ditampilkan. Menurutnya, Lomba TTG bukan sekadar ajang kompetisi tahunan, melainkan wahana mendorong lahirnya inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan dan gampong.

Baca juga: Abdya Juara I Lomba Inovasi  Alat Teknologi Tepat Guna Tahun 2025, Pidie Posisi II

“Teknologi tepat guna yang dikembangkan tidak boleh berhenti di tahap perlombaan, tetapi harus dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat. Inovasi daerah perlu terus didorong agar meningkatkan produktivitas, efisiensi kerja, dan kesejahteraan,” ujarnya.

Nizar juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, perguruan tinggi, serta para pemangku kepentingan lainnya agar inovasi dapat dikembangkan dan diimplementasikan secara berkelanjutan. Sinergi lintas sektor dinilai krusial untuk memastikan dampak positif bagi pembangunan daerah.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Kawasan, Sumber Daya Alam, dan Teknologi Tepat Guna DPMG Aceh, Drs. Wardana, M.Si., menjelaskan bahwa penetapan finalis dilakukan secara objektif dan transparan. Penilaian meliputi administrasi, substansi inovasi, serta klarifikasi lapangan yang dilaksanakan pada 18–24 Mei 2026.

Dewan juri melakukan kunjungan langsung ke lokasi peserta untuk memverifikasi data, menilai keberfungsian teknologi, manfaat yang dihasilkan, serta potensi pengembangan ke depan. Hasil klarifikasi tersebut dibahas dalam rapat pleno penilaian pada 3 Juni 2026 sebelum ditetapkan sebagai keputusan resmi.

Berdasarkan Berita Acara Nomor 414.42/22/2026, tiga besar finalis kategori Inovasi Alat TTG adalah:

  • Mesin Penanam Biji-bijian (Kabupaten Aceh Selatan),
  • Alat Penyangrai Kombinasi Penggiling (Kabupaten Nagan Raya),
  • Mesin Penghancur Cangkang Kerang (Kabupaten Aceh Barat).

Ketiganya dinilai memiliki kebaruan, manfaat, dan peluang penerapan yang baik untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Adapun kategori Posyantek, tiga besar finalis yaitu:

  • Posyantek Bukit Saju (Kabupaten Aceh Tengah),
  • Posyantek Maju Bersama (Kabupaten Bireuen),
  • Posyantek Pilar (Kota Banda Aceh).

Ketiga Posyantek tersebut dinilai berhasil menjalankan fungsi pelayanan teknologi sekaligus mendorong pengembangan inovasi di wilayah masing-masing.

Selanjutnya, para finalis akan mengikuti penilaian akhir berupa presentasi dan wawancara di hadapan dewan juri pada 23 Juni 2026 di Hotel Seventeen. Tahap ini akan menentukan juara pertama, kedua, dan ketiga pada masing-masing kategori.

DPMG Aceh berharap Lomba TTG dan Posyantek 2026 menjadi momentum penguatan budaya inovasi di Aceh, sekaligus melahirkan teknologi yang sederhana, mudah diterapkan, dan memberikan solusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat serta pembangunan gampong berkelanjutan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved