Kamis, 11 Juni 2026

Salam

Duet Irwandi-Nazar Berakhir Sudah

HARI ini, 8 Februari 2012, masa jabatan Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar sebagai Gubernur/Wakil Gubernur Aceh masa bakti 2007-2012

Tayang:
Editor: bakri
HARI ini, 8 Februari 2012, masa jabatan Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar sebagai Gubernur/Wakil Gubernur Aceh masa bakti 2007-2012 berakhir sudah. Posisi mereka akan digantikan oleh seorang Penjabat sementara dari tiga calon yang diusulkan DPRA. Dan, menurut rencana penjabat itu akan dilantik hari ini, oleh Mendagri Gamawan Fauzi, di Jakarta.

Seperti diberitakan harian ini kemarin, ada suasana beda dan tak jarang menyelinap nuansa keharuan ketika mengamati dan mengikuti rangkaian kegiatan Irwandi-Nazar menjelang hari-hari terakhir masa pengabdian terakhir.

Irwandi masih sempat memimpin apel pagi, di Kantor Gubernur Aceh, Senin (6/2) lalu. Dalam kesempatan ini, ia memohon maaf kepada seluruh staf atas segala kukurangan dalam kepemimpinannya selama lima tahun ini. Permohonan serupa juga dilakukan Nazar menjelang akhir masa tugasnya itu.

Menelisik kembali kebijakan dan sepak terjang kedua sosok pemimpin muda yang terpilih dalam Pilkada 2006 dan dilantik sebagai Gubernur/Wakil Gubernur Aceh pada 8 Februari 2007, lima tahun silam, banyak hal yang patut kita catat dan kita berikan apresiasi.

Meski hampir setengah dari periode terakhir duet kepemimpinan mereka terkesan ‘pecah kongsi’, tak lagi kompak dan seakan terjadi disharmonisasi, namun patut diakui bahwa mereka telah berhasil membawa Aceh dari masa transisi --pascakonflik dan bencana tsunami-- ke kehidupan normal seperti yang kita alami dan kita rasakan sekarang ini.

Patut diakui pula bahwa duet Irwandi-Nazar telah berhasil meletakkan kerangka dasar yang lebih kokoh dalam sistem pemerintahan dan pembangunan kemasyarakatan di Aceh. Hal-hal yang sebelumnya tak terpikir dan seperti diabaikan, dalam periode kepemimpinan mereka justru coba diakomodir dan dilaksanakan.

Ini, misalnya, bisa dilihat dari mulai perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan, termasuk dalam soal kebijakan anggaran seperti penetapan APBA setiap tahunnya, sudah mulai terlihat prioritas-prioritas kebijakan yang bersifat prorakyat.

Lihat saja, misalnya, program berobat gratis melalui Jaminan Kesejahteraan Aceh (JKA), yang manfaatnya kini sudah dirasakan oleh hampir seluruh lapisan masyarakat Aceh. Demikian pula program bantuan untuk anak yatim, bantuan keuangan desa dan pemberian beasiswa.

Kita bersyukur bahwa semua program prorakyat tersebut akan terus berlanjut meski Irwandi-Nazar tak lagi menjadi Gubernur/Wakil Gubernur Aceh. Ini terlihat dari diakomodirnya program-progran itu dalam APBA 2012 yang telah disahkan DPRA.

Mengapa semua itu bisa jalan dan terus berlanjut? Ini tidak lain adalah seperti kita ungkapkan di atas tadi bahwa keduanya telah berhasil meletakkan kerangka dasar yang lebih kokoh bagi kelanjutan pembangunan, menuju masyarakat Aceh yang makmur dan sejahtera.

Karena itu pula kita meyakini bahwa kedua sosok muda yang kini memilih dan merintis jalannya masing-masing --dengan kembali mencalonkan diri menjadi pemimpin Aceh-- tidak lain adalah karena didorong oleh keinginan untuk berbuat lebih baik lagi bagi Aceh ke depan. Semoga!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved