Jumat, 12 Juni 2026

Salam

TVRI Memberi, Rakyat Aceh Bersyukur

Keputusan TVRI Pusat menggratiskan izin atau lisensi nonton bareng Piala Dunia 2026 bagi warung kopi di Aceh patut diapresiasi.

Tayang:
Editor: mufti
Serambinews.com/Sara Masroni
Plt Kepala TVRI Stasiun Aceh Yusril (kiri), didampingi Kasubag Tata Usaha Andria Sabarino, KPP Pengembangan dan Usaha Elviana Nilasari, serta tim saat pertemuan dengan Asosiasi Warkop se-Kota Banda Aceh, membahas soal kebijakan Nobar Piala Dunia, di ruang rapat media setempat, Keutapang, Selasa (9/6/2026). 

Keputusan TVRI Pusat menggratiskan izin atau lisensi nonton bareng Piala Dunia 2026 bagi warung kopi di Aceh patut diapresiasi. Kebijakan ini bukan hanya menjadi kabar baik bagi pelaku usaha warung kopi, tetapi juga menghadirkan kegembiraan bagi masyarakat Aceh yang selama ini menjadikan warkop sebagai ruang berkumpul.

Warung kopi di Aceh memiliki karakteristik yang berbeda dengan daerah lain. Selain menjadi bagian dari budaya masyarakat, sebagian besar warkop beroperasi dengan margin usaha yang relatif terbatas. 

Harga kopi dan berbagai menu yang terjangkau membuat usaha ini tetap hidup, tetapi pada saat yang sama tidak memiliki ruang yang cukup besar untuk menanggung beban tambahan berupa biaya lisensi nobar.

Karena itu, apabila kebijakan berbayar diterapkan, tidak sedikit warung kopi yang kemungkinan kesulitan menyelenggarakan nonton bareng. Dampaknya tentu bukan hanya dirasakan oleh pemilik usaha, melainkan juga oleh masyarakat yang selama ini menikmati kebersamaan menyaksikan pertandingan sepak bola di warkop.

Keputusan TVRI untuk memberikan pengecualian bagi Aceh menunjukkan adanya kepekaan terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Di tengah situasi ekonomi yang masih penuh tantangan, kebijakan ini menjadi angin segar yang menghadirkan hiburan murah dan berkualitas bagi rakyat.

Piala Dunia bukan sekadar pertandingan sepak bola. Ajang ini merupakan peristiwa global yang menyatukan berbagai kalangan. Di Aceh, euforia tersebut biasanya terasa lebih hidup karena masyarakat menyaksikannya bersama-sama di warung kopi.

Kebersamaan inilah yang menjadi nilai penting dan patut dijaga. Karena itu, masyarakat Aceh menyampaikan terima kasih kepada TVRI Pusat dan TVRI Stasiun Aceh atas kebijakan yang bijaksana ini. 

Keputusan tersebut tidak hanya meringankan beban pelaku usaha warung kopi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati pesta sepak bola terbesar di dunia dengan suasana yang meriah dan penuh kebersamaan.

Kini, yang perlu dijaga adalah ketertiban dan kenyamanan selama pelaksanaan nonton bareng berlangsung. Warung kopi, pengunjung, dan seluruh pihak diharapkan dapat menciptakan suasana yang aman, tertib, dan kondusif sehingga semangat sportivitas benar-benar terasa.

Sebelumnya, Plt Kepala TVRI Stasiun Aceh, Yusril menyampaikan, berdasarkan keputusan dari pusat, pihaknya menggratiskan bagi warung kopi (warkop) yang mengadakan nonton bareng (Nobar) Piala Dunia 2026, khusus di Aceh.

Atas kebijakan tersebut, masyarakat pun menyambutnya dengan gembira. Sehingga Piala Dunia 2026 menjadi pesta rakyat yang dapat dinikmati bersama, dari warung kopi hingga pelosok Aceh.

Untuk itu, sekali lagi, kita mengucapkan terima kasih kepada TVRI. Semoga kebijakan ini menjadi berkah bagi masyarakat Aceh, menggerakkan usaha kecil, mempererat kebersamaan, dan menghadirkan kegembiraan di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Nah?

POJOK

Sebanyak 14 dapur SPPG di Aceh Tengah ditutup

Alhamdulillah, setidaknya uang negara mulai terselamatkan, kan?

Akhirnya Prabowo terima surat kepercayaan dari sembilan negara sahabat

Makanya, saat diingatkan Dino Patti Djalal jangan terbakar jenggot, tahu?

Narkoba jenis baru beredar di Kabupaten Abdya

Narkoba itu singkatan dari  ‘nampak kolor bangga’, hehehe..

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved