Sabtu, 13 Juni 2026

Opini

Pilih Lezat atau Sehat

Berbagai jenis fast food yang kini hadir di Aceh, seakan telah mengalahkan makanan-makanan yang diramu dengan masakan tradisional

Tayang:
Editor: hasyim
Oleh Aulia Kartika

KATA fast food, rasanya sudah tak asing lagi dan sangat akrab di telinga para insan yang hidup di zaman globalisasi ini. Hampir semua orang tahu dan sangat menyukai jenis-jenis makanan yang lezat bin cepat saji ini. Bahkan, pola makan sebagian orang Aceh pun sudah bergeser ke menu-menu fast food ini.

Berbagai jenis fast food yang kini hadir di Aceh, seakan telah mengalahkan makanan-makanan yang diramu dengan masakan tradisional dengan mengandalkan hasil alam, terutama hasil lautnya (sea food). Akibatnya, menu masakan berkuah yang dominan bercita rasa rada-rada asam, kini juga banyak menghilang entah kemana di telan zaman.

Secara umum, yang terlintas di pikiran banyak orang tentang fast food yakni enak, lezat, cepat saji, nggak bikin repot, dan yang terpenting gak ribet dlm proses mengkonsumsinya. Namun, apakah kita faham, manfaat dari mengkonsumsi fast food? Apakah kita tahu, kandungan gizi yang terkandung dalam fast food? Sadarkah kita, dampaknya bagi kesehatan kalau kita terlalu sering mengkonsumsi fast food?

 Mengandung lemak
Fast food sendiri memang makanan yang mengandung lemak secara dominan. Akan tetapi, kebutuhan tubuh kita tidak semua bersumber dari makanan yang mengandung lemak. Apalagi kalau bersumber dari lemak jenuh, yang mungkin terkandung di beberapa jenis fast food yang begitu sering kita konsumsi. Kita masih memerlukan berbagai zat gizi lain, di antaranya karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan tak lupa serat.

Selain itu, fast food bisa membuat tubuh kita kelebihan berat badan. Bagaimana tidak? Kelebihan cadangan lemak yang tak mampu ditampung di hati dan glikogen tersebut akan disimpan dalam jaringan adiposa. Akhirnya, tubuh akan mengalami dampak obesitas. Padahal, kita, terutama para remaja putri umumnya sangat menjaga berat badan dan penampilannya. Akan tetapi, mengapa masih mau mengonsumsi fast food?

Selain itu, fast food juga bisa menyebabkan penyakit-penyakit tertentu, yang dapat membahayakan kesehatan kita. Sebut saja kolesterol, misalnya. Nah, kalo kita sudah divonis menderita penyakit kolesterol, apa yang bisa kita lakukan lagi? Bukankah itu semakin membuat kita tersiksa?

Membuat kita dibatasi untuk kembali mengonsumsi fast food? Kita harus terus-terusan mengkonsumsi makanan yang rendah lemak, bukankah itu membuat kita jenuh? Nah, bukankah kita akan terfikir, bahwa mencegah itu lebih baik dari pada mengobati bukan?

Dampak lain, misalnya, bukankah kalau kita mengkonsumsi fast food kita harus mengeluarkan isi kantong lebih banyak jika dibandingkan dengan kita mengonsumsi makanan biasa? Atau juga karena gengsi yang tinggi kita harus mengikuti pola makan zaman sekarang?

 Tak ketinggalan zaman

Toh, yang mengkonsumsi sayuran dan sumber makanan lain juga tak ketinggalan zaman kok. Gak kekurangan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh juga kan? Apalagi kalau statusnya masih mahasiswa, mesti mengeluarkan uang 2-3 kali lipat kalau mengonsumsi fast food dibandingkan dengan membeli makanan biasa.

Padahal, ikan, sayuran, tempe, dan buah-buahan lebih memiliki kadungan gizi yang lengkap, dan mampu memenuhi kebutuhan gizi untuk tubuh kita. Ikan dan tempe, misalnya, kedua bahan makanan ini mengandung protein yang sangat baik, terutama dalam hal pertumbuhan, dan perkembangan sel.

Selain itu, protein pun mampu mengganti jaringan yang rusak, jika kita makan ikan atau tempe. Kandungan sayuran pun sangat penting bagi tubuh. Vitamin A nya yang baik untuk kesehatan mata, vitamin C dan E nya sangat baik untuk kulit. Serat yang terkandung di dalam sayuran pun dapat mencegah terjadinya penyakit kanker kolon.

Selain itu, buah-buahan juga sangat baik untuk kesehatan tubuh kita. Contohnya buah apel, yang mengandung vitamin C dan E. Vitamin C berfungsi untuk mencegah sariawan dan vitamin E berfungsi sebagai antioksidan yang mampu mencegah penyakit kanker.

Nah, dari uraian di atas sudah terbukti bahwa makanan lokal tak kalah baik dan sehatnya bila dikonsumsi. Tak ada undang-undang yang melarang konsumsi fast food, memang. Akan tetapi, sebaiknya konsumsi fast food dikurangi kuantitasnya dan hanya dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu saja yang telah dianjurkan.

* Aulia Kartika, Mahasiswi Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Aceh.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved