Warga Laweung Datangi DPRK Pidie
Warga Gampong Cot Laweung, Kecamatan Muara Tiga, Kamis (2/5) mendatangi Kantor DPRK Pidie. Kadatangan warga pesisir yang didominasi
SIGLI - Warga Gampong Cot Laweung, Kecamatan Muara Tiga, Kamis (2/5) mendatangi Kantor DPRK Pidie. Kadatangan warga pesisir yang didominasi laki-laki itu, mengadu soal gampong mereka sudah dua tahun tidak mendapatkan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Sesampai di DPRK utusan warga Gampong Cot itu diterima anggota dewan yaitu, Abdul Hamid, M Ali, Mahfuddin Ismail, Zakaria H M Yusuf dan Syukurni.
“Kami datang ke dewan, agar pihak DPRK mencari solusi supaya gampong kami mendapatkan kembali dana PNPM. Kami sudah dua tahun tidak diberikan dana PNPM tersebut,” kata Keuchik Gampong Cot, Jamaluddin Raban, menjawab Serambi, Kamis (2/5) di Kantor DPRK Pidie.
Kata Jamaluddin, penyebab tidak diberikan lagi dana PNPM menyusul terjadi tunggakan dana Simpan Pinjam Perempuan (SPP) yang belum sempat dibayar warga. Sehingga masalah tunggakan tersebut, kata Jamaluddin, sudah pernah dimusyawarahkan dengan Camat Muara Tiga pada tangga 4 Maret 2013 di kantor camat tersebut yang hadir unsur PNPM.
Hasil rapat tersebut disepakati, bahwa jika warga Gampong Cot mampu melunasi dana SPP 60 persen, maka gampong tersebut bisa mendapatkan kembali dana PNPM. Sehingga warga menyetor dana SPP 60 persen atau sebesar Rp 45 juta. Tapi, kata Jamaluddin, setelah dana tersebut disetor ternyata PNPM Kecamatan Muara Tiga tetap tidak memplotkan dana untuk Gampong Cot. “Warga sangat membutuhkan dana PNPM, terutama SPP karena digunakan bagi modal usaha seperti aktifitas anyaman tikar, jualan dan usaha lainnya,” kata dia.
Kata Jamaluddin, warga enggan menyetor dana SPP karena ada PNS di Kantor Camat Muara Tiga, sering menyampaikan kepada warga Gampong Cot, bahwa dana SPP tidak perlu dibayar. “Seharusnya petugas itu tidak perlu menjelaskan kepada warga, karena masyarakat kan tak mengerti. Seharusnya menegur PNS bernama Juliati itu,” kata Jamaluddin dibenarkan warganya.
Camat Muara Tiga, Basri Yusuf, yang dihubungi Serambi kemarin, mengatakan, Gampong Cot tidak mendapatkan dana PNPM karena desa tersebut tidak melunasi tunggakan SPP. Lunasnya setoran dana SPP, katanya, sebagai persyaratan untuk mendapatkan dana PNPM. “Masalah itu sudah pernah diselesaikan di kecamatan, tapi tak membuahkan hasil. Gampong Cot cuma tahun 2013 tidak memperoleh dana PNPM, bukan dua tahun,” kata Basri. Camat Muara Tiga juga berjanji akan menanyakan pada petugas di kantornya tentang masalah tersebut.
Fasilitator Kecamatan (FK) PNPM Muara Tiga, Saifuddin, yang dihubungi Serambi Kamis (2/5) mengatakan, tidak semua desa di Muara Tiga diplotkan dana PNPM tahun ini. Pengalokasian dana tersebut berdasarkan perangkingan. Jika ada desa yang bermasalah, salah satunya tunggakan dana SPP tidak dilunasi, maka desa tersebut tidak bisa mendapatkan dana tersebut pada tahun berikutnya. Dari 18 gampong di kecamatan itu, kata Saifuddin, enam gampong tidak mendapatkan dana PNPM tahun ini. Yakni, Gampong Cot, Papeun, Krueng, Deyah, Kupula dan Pawot.(naz)
Panggil Camat
Wakil DPRK Pidie, Abdul Hamid mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan warga Gampong Cot, dengan cara memanggil Camat Muara Tiga dan pihak PNPM. Karena, dana PNPM itu seharusnya bisa dibagi untuk semua gampong.
Katanya, dana PNPN juga perlu diaudit. Karena pengelola dana itu tidak transparan, termasuk nama penerima SPP, tambah Syukurni tidak pernah ditempel pada papan pengumuman, sehingga warga tidak mengetahui siapa penerima mamfaat.(naz)