Citizen Reporter

Maulid Nabi Meu-Aceh di Denmark

Sehari penuh saya berada di sini, sepertinya sedang berada di “Gampong Aceh” Eropa, berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai daerah di Aceh

1. Masjid Aceh di Denmark

Warga Aceh di Denmark

Acara ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga mengobati rindu mereka ke Aceh dan transformasi ilmu pengetahuan tentang Rasulullah kepada anak-anak mereka yang lahir dan besar di negeri Eropa yang berpenduduk mayoritas non-Muslim.

Pada hari Maulid dalam cuaca dingin mencapai 5 derajat celcius, lantunan bacaan Barzanji dan puji-pujian telah bersenandung sejak pagi di dalam gedung yang baru direhab tersebut yang disebut “Meunasah Aceh” di Kota Aars, Denmark. Selain di sini, Kota Hjoring juga terdapat “Mesjid Aceh” sebagai wadah perkumpulan masyakarat Aceh yang berjumlah lebih dari 200 orang.

Meunasah Aceh di Denmark berfungsi sebagai tempat shalat berjamaah serta tempat pendidikan dan pengajaran Islam kepada masyarakat Aceh, termasuk anak-anak. Di Kota Aars ini merupakan gedung baru yang disewa secara sumbangsih antar sesama yang dilengkapi beberapa fasilitas lain, seperti ruang kantor, dapur dan ruang-ruang belajar untuk anak-anak.

Sebagaimana di Aceh, semangat Maulid Nabi terlihat dari bacaan Dalae Maulod Nabi dari kitab Syaraful Anam atau lainnya. Meudalae tidak hanya diikuti oleh orang-orang dewasa yang pernah hidup di Aceh, tetapi juga anak-anak mereka yang lahir dan besar di negeri Denmark dan belum pernah merasakan alam Aceh.

Halaman
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved