Breaking News:

Citizen Reporter

Maulid Nabi Meu-Aceh di Denmark

Sehari penuh saya berada di sini, sepertinya sedang berada di “Gampong Aceh” Eropa, berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai daerah di Aceh

Editor: Amirullah
Warga Aceh di Denmark 

HERMANYSAH, Mahasiswa S3 bidang Manuscripts Cultures di Universitas Hamburg, melaporkan dari Jerman

SETIAP tahun menjelang bulan Rabiul Awwal dirayakan hari kelahiran Nabi Muhammad di mayoritas negara-negara muslim, tak terkecuali di masyarakat Aceh, termasuk masyarakat Aceh di Denmark. Mereka telah menetap di negeri Scandinavia ini sejak era konflik GAM-RI di Aceh.

Mayoritas mereka mendapat suaka politik dari Perserikatan Bangsa-bangsa atau UN (United Nations), kemudian berdomisili dan bekerja di negara Eropa.

Melihat kehidupan penduduk di Denmark, termasuk masyarakat Aceh hampir tiada tekanan dari pemerintah atau masyarakat asli, baik dalam bidang politik maupun agama. Maka, ureng-ureng Aceh di Denmark masih menjaga baik tradisi keagamaan sama seperti di Aceh, termasuk maulid (maulod) Nabi.

Pada maulid tahun ini 1437 H (2015-2016), masyarakat Aceh di Denmark mengadakan Maulid Nabi tepat pada 11 tahun gempa-tsunami Aceh, 26 Desember 2015. Saya berkesempatan memberikan tausiyah tentang keteladanan dan hikmah maulid Nabi.

Peringatan Maulid Nabi telah dilaksanakan setiap tahunnya oleh masyarakat Aceh di Denmark, dan menjadi tradisi untuk melaksanakannya seperti di kampung halamannya yang jauh di sana.

Halaman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved