Senin, 13 April 2026

Opini

Pencegahan Vektor Penyakit

PRILAKU hidup bersih dan sehat sangat diperlukan guna mencegah penyakit, tidak hanya dari individu saja, tapi juga faktor lingkungan

Editor: hasyim
SERAMBINEWS.COM/SAIFUL BAHRI

Oleh Yelli Sustarina

PRILAKU hidup bersih dan sehat sangat diperlukan guna mencegah penyakit, tidak hanya dari individu saja, tapi juga faktor lingkungan sekitar yang berpotensi dalam mendatangkan penyakit. Faktanya, meskipun prilaku positif ini sudah dijalankan, tapi ada faktor lain yang memungkinkan seseorang bisa jatuh sakit. Salah satunya dikarenakan oleh vektor penyakit, yang merupakan penyumbang terbesar tingginya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular.

Vektor yang dimaksud di sini ialah organisme yang menularkan patogen dan parasit, dari satu manusia atau hewan yang terinfeksi kepada manusia lain. Beberapa vektor yang dikenal menjadi penyebab penularan penyakit ialah seperti nyamuk Anopheles (malaria), Aedes Aegypti (demam berdarah dengue atau Dengue Hemorrhagic Fever) dan Culex (kaki gajah atau filariasis dan enchepalitis).

Kasus-kasus yang diakibatkan oleh vektor seperti demam berdarah, malaria, dan kaki gajah masih menjadi masalah terbesar bagi negara kita. Berbagai upaya sudah dilakukan untuk mengurangi vektor penyebab penyakit ini. Mulai dari pembasmian nyamuk malaria melalui foging, melakukan pemeriksaan darah masal dan membagikan kelambu berinsektisida kepada masyarakat, sampai membagikan obat anti filariasis untuk mengatisipasi penyebaran filariasis di daerah tropis.

Akan tetapi masalah tersebut juga tak kunjung usai, karena masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengupayakan diri untuk mengurangi vektor penyakit. Prilaku masyarakat yang masih jauh dari “Prilaku Hidup Bersih dan Sehat”, seperti yang dicanangkan pemerintah sejauh ini terlihat belumlah maksimal dilakukan, karena masih kurangnya informasi kepada masyarakat. Seharusnya tindakan preventif atau pencegahan merupakan hal yang utama dilakukan untuk meningkatkan kesehatan dan mengurangi terjadinya penyakit.

Tangani penyebabnya
Penyakit yang disebabkan oleh vektor dapat diatangani dengan meminimalkan atau menghilangkan vektor tersebut. Misalnya penyebab penyakit malaria disebabkan oleh vektor nyamuk Anopheles. Nyamuk inilah yang menjadi perantara dalam penyebaran penyakit malaria, untuk mengatasi perkembangbiakan nyamuk ini, tentunya kita harus mengetahui di mana saja tempat yang memiliki potensi untuk perindukan nyamuk tersebut. Tempat perindukan nyamuk atau yang disebut dengan breeding place pada nyamuk malaria biasanya pada genangan air terbuka.

Ada beberapa tempat yang berpotensi sebagai perindukan nyamuk malaria, seperti muara sungai yang mendangkal pada musim kemarau, parit-parit yang berisi genangan air, pada tanah berlumpur yang berisi air, rawa-rawa dan tempat-tempat air tergenag. Di sinilah telur-telurnya akan diletakkan dan dikembangbiakan hingga siap menjadi nyamuk dewasa yang dapat menginfeksi manusia. Untuk mengatasi masalah penyebaran penyakit ini, tentunya kita harus menangani vektor penyebabnya dengan memutuskan rantai perindukan dan membasmi atau menghilangkan tempat pegembangbiakannya.

Penanganan dilakukan dengan cara mengelola lingkungan, yaitu memodifikasi atau membenahi lingkungan, sehingga terbentuk lingkungan yang tidak cocok untuk perindukan dan perkembangan nyamuk malaria. Pengelolaan lingkungan ini tentunya melibatkan masyarakat dalam pembentukan lingkungan sehat. Fokus utama di sini ialah mengubah perilaku masyarakat untuk sadar akan pentingnya menjaga lingkungan sehat agar terbebas dari vektor penyabab penyakit.

Kondisi sehat dapat dicapai dengan mengubah perilaku dari yang tidak sehat menjadi perilaku sehat dan menciptakan lingkungan sehat. Akan tetapi untuk mengubah perilaku seseorang sangatlah susah dilakukan, kerena ini terkait dengan pengetahuan, kemauan dan kemampuan individu atau masyarkat untuk berubah. Oleh karena itu, diperlukan upaya khusus untuk bisa mengubah perilaku hidup sehat di masyarakat.

Terkadang banyak mayarakat yang kurang peduli terhadap risiko penyakit, karena mereka tidak mengetahui faktor yang dapat menyababkan penyakit tersebut. Salah satunya penyebaran penyakit melalui vektor nyamuk. Mereka tidak tahu tempat-tempat yang berpotensi untuk pengembangbiakan nyamuk dan mengelola lingkungan yang sehat. Tindakan yang perlu dilakukan di sini ialah memberitahukan dan menyosialisasikan cara memodifikasi lingkungan yang tidak sesuai dengan tempat perindukan nyamuk.

Memotivasi masyarakat
Promosi kesehatan sangat diutamakan dalam situasi ini. Selanjutnya ada sebagian masyarakat yang mengetahui tentang vektor penyakit dan cara pengendalian vektor tersebut, namun tidak mau untuk melakukannya. Ini merupakan masalah yang banyak ditemukan di masyarakat. Tindakan yang perlu dilakukan ialah mencari penyebab dari ketidakmauan tersebut dan kemudian motivasi masyarakat untuk mau melakukan apa yang telah diketahui.

Saat masyarakat telah mau mengubah perilakunya, berikan penghargaan supaya menjadi motivasi bagi masyarakat lain. Contohnya, Sertifikat Eleminasi Malaria yang diberikan Menteri Kesehatan kepada Bupati Kepulauan Seribu atas keberhasilannya memberantas dan menjadikan kawasan itu bebas malaria.

Ada juga masyarakat yang tahu dan mau, tapi tidak mampu melakukan perilaku sehat. Ini lebih karena keterbatasan sarana atau biaya untuk mengubah perilaku tersebut. Tindakan yang dilakukan ialah memberikan fasilitas kepada masyarakat. Ini biasanya dilakukan oleh pemerintah dari daerah atau tempat tersebut dalam upaya pengurangan penyakit. Dalam mengurangi vektor penyakit, biasanya pemerintah melakukan pembasmian yang menjadi vektor penyebaran penyakit, screning dengan pemeriksaan darah massal dan menyediakan pelayanan kesehatan.

Oleh karena itu, tindakan pencegahan haruslah diupayakan terlebih dahulu untuk mengurangi vektor penyakit. Saat perilaku sehat telah tertanam di masayrakat, maka dapat mengurangi penyakit termasuk penyebaran penyakit melalui vektor. Sehingga anggaran biaya untuk pengobatan dapat digunakan untuk biaya pendidikan dan masyarakat bisa lebih sehat, cerdas, serta berkualitas. Oleh karena itu, marilah kita melakukan tindakan pencegahan guna mengurangi vektor penyakit, karena bukankah mencegah itu lebih baik dari pada mengobati? Nah!

* Yelli Sustarina, mahasiswi profesi Ners, Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam, Banda Aceh. Email: yellsaints.paris@gmail.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved