Sabtu, 23 Mei 2026

KUPI BEUNGOH

Aceh - Sumatra Gelap: Alarm Krisis Listrik Nasional dan Jalan Ilmiah Menuju Energi 100 Persen Stabil

Gelombang pemadaman listrik yang melanda berbagai wilayah Aceh dan Sumatra belakangan ini bukan lagi sekadar gangguan teknis biasa

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/Zainal Arifin M Nur
MAKAN DALAM KEGELAPAN - Dua warga Pagar Air, Aceh Besar, sedang menikmati makan dalam kegelapan, hanya diterangi senter dari HP, Selasa (19/5/2026) malam. Pasokan listrik di Aceh kerap mengalami gangguan dalam beberapa hari terakhir. Pada, Jumat (22/5/2026) malam ini pemadaman listrik kembali terjadi di hampir seluruh wilayah Aceh. Pihak PLN dalam pengumuman yang beredar di medsos menyatakan bahwa ratusan petugasnya sedang berusaha menangani gangguan. Namun tidak dijelaskan penyebab terputusnya aliran listrik ke Aceh. 

Oleh: Dr. Iswadi, M.Pd*)

Gelombang pemadaman listrik yang melanda berbagai wilayah Aceh dan Sumatra belakangan ini bukan lagi sekadar gangguan teknis biasa. 

Kondisi tersebut telah berubah menjadi alarm serius bagi ketahanan energi nasional. Aktivitas masyarakat terganggu, industri melambat, pelayanan publik tersendat, bahkan sektor pendidikan dan kesehatan ikut terdampak. 

Di tengah era digital dan modernisasi ekonomi, krisis listrik seperti ini menunjukkan bahwa sistem energi Indonesia masih menghadapi persoalan mendasar yang harus segera dibenahi secara ilmiah dan berkelanjutan.

Aceh dan Sumatra sesungguhnya merupakan wilayah yang kaya sumber daya energi. 

Ironisnya, daerah yang memiliki cadangan gas alam, panas bumi, batu bara, tenaga air, hingga energi surya melimpah justru mengalami pemadaman listrik berulang. 

Dr. Iswadi, M.Pd, Dosen Universitas Esa Unggul-Jakarta
Dr. Iswadi, M.Pd, Dosen Universitas Esa Unggul-Jakarta (FOR SERAMBINEWS.COM)

Fenomena ini memperlihatkan bahwa persoalan utama bukan terletak pada ketersediaan sumber energi, melainkan pada lemahnya tata kelola, keterbatasan infrastruktur, serta lambatnya transformasi teknologi ketenagalistrikan nasional.

Pemadaman listrik yang terjadi di berbagai daerah Sumatra dan Aceh membawa dampak sosial ekonomi yang sangat besar. 

Baca juga: Bukan Hanya Aceh, Listrik Padam di Seluruh Sumatera, Ini Penjelasan PLN

Para pelaku usaha kecil mengalami kerugian akibat terhentinya produksi. 

Aktivitas perdagangan digital terganggu karena jaringan internet dan sistem pembayaran elektronik ikut lumpuh. 

Rumah sakit dipaksa mengandalkan genset darurat yang biayanya sangat mahal. Di sektor pendidikan, proses pembelajaran berbasis teknologi menjadi terhambat. 

Bahkan, dalam jangka panjang, krisis energi dapat mengurangi kepercayaan investor untuk menanamkan modal di wilayah tersebut.

Kondisi ini harus dipahami sebagai ancaman serius terhadap pembangunan kawasan barat Indonesia. 

Energi listrik bukan sekadar kebutuhan rumah tangga, tetapi fondasi utama pertumbuhan ekonomi modern. Tidak ada industri maju tanpa listrik yang stabil. 

Tidak ada transformasi digital tanpa energi yang kuat. Karena itu, negara tidak boleh menganggap persoalan pemadaman listrik sebagai masalah rutin yang selesai dengan perbaikan sementara.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved