SerambiIndonesia/

Citizen Reporter

Peringatan 50 Tahun Sultan Brunei Berkuasa

BRUNEI Darussalam adalah negara berdaulat di Asia Tenggara yang terletak di pantai utara Pulau Kalimantan

Peringatan 50 Tahun Sultan Brunei Berkuasa
ZAHID FARHAN BIN ZULFIKAR

OLEH ZAHID FARHAN BIN ZULFIKAR, alumni Ruhul Islam Anak Bangsa, Mahasiswa Jurusan Science in Islamic Finance, UNISSA, melaporkan dari Bandar Seri Begawan,  Brunei Darussalam

 BRUNEI Darussalam adalah negara berdaulat di Asia Tenggara yang terletak di pantai utara Pulau Kalimantan. Luas wilayah negara ini 5.765 km², berada di Pulau Borneo dengan garis pantai seluruhnya menyentuh Laut Cina Selatan. Wilayahnya dipisahkan ke dalam dua negara bagian di Malaysia, yaitu Serawak.

Saat ini Brunei Darussalam memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah Singapura, sehingga diklasifikasikan sebagai negara maju. Menurut Dana Moneter Internasional (IMF), Brunei memiliki produk domestik bruto per kapita terbesar kelima di dunia dalam keseimbangan kemampuan berbelanja. Sementara itu, Forbes menempatkan Brunei sebagai negara terkaya kelima dari 182 negara karena memiliki ladang minyak bumi dan gas alam yang luas.

Selain itu, Brunei juga terkenal dengan kemakmurannya dan ketegasan dalam melaksanakan syariat Islam, baik dalam bidang pemerintahan, maupun kehidupan bermasyarakat.

Kerajaan Brunei didirikan pada awal abad ke-7 di Pulau Kalimantan atau Borneo, Asia Tenggara. Kekaisaran ini dikuasai oleh Raja Hindu yang kemudian berpindah keyakinan menjadi muslim. Sama seperti  Aceh yang mayoritas penduduknya menganut Islam dengan Mazhab Syafi’i, di Brunei pun demikian. Konsep akidah yang dipegang adalah Ahlussunnah wal Jamaah. Bahkan, sejak memproklamasikan diri sebagai negara merdeka, Brunei telah memastikan konsep ”Melayu Islam Beraja” sebagai falsafah negara dengan seorang sultan sebagai kepala negaranya.

Saat ini, Brunei Darussalam dipimpin Sultan Hassanal Bolkiah. Brunei merupakan salah satu kerajaan Islam tertua di Asia Tenggara dengan latar belakang sejarah Islam yang gemilang. Menariknya, negara bersyariat Islam ini mempunyai moto “Sentiasa membuat kebajikan dengan petunjuk Allah.”  Moto atau semboyan ini terpampang di bendera Brunei dengan translate ke dalam bahasa Arab.

Beberapa waktu lalu, Brunei pernah menjadi sorotan dunia lantaran kebijakan pemerintahnya  yang memutuskan menggunakan hukum syariat Islam sebagai landasan hukum negara ini. Sama halnya dengan Aceh yang menjadikan hukum Islam sebagai landasan hukumnya dan memberlakukan hukum cambuk juga mendapat kritik keras dari kalangan internasional.

Tepat tanggal 5 Oktober 2017, Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah ibni Al-Marhum Sultan Haji Omar Ali Saifuddien Sa’adul Khairi Waddien yang Dipertuan Negara Brunei Darussalam telah memimpin kerajaan tersebut selama 50 tahun. Momentum tersebut dikenal dengan istilah Jubli Emas Kerajaan.

Berdasarkan sumber rujukan Arsip Kerajaan, jubli itu sendiri terbagi atas tiga macam. Yaitu, Jubli Perak adalah perayaan memperingati kekuasaan raja yang telah memimpin selama 25 tahun. Sedangkan Jubli Emas, yaitu perayaan memperingati ulang tahun kekuasaan raja yang telah memimpin selama 50 tahun. Di atas itu ada lagi Jubli Intan yakni perayaan 60 tahun sultan berkuasa. Perayaan ini hanya terjadi dalam sistem negara monarki atau kerajaan.

Yang menarik di sini, saya dapat menghadiri langsung upacara Jubli Emas di Bandar Seri Begawan. Ratusan ribu rakyat Brunei dan pelancong terlihat antusias menanti momen yang hanya dilaksanakan 50 tahun sekali ini.

Mereka menghadiri perayaan karnaval arak-arakan sultan, bahkan sudah memenuhi pinggiran jalan pada pukul 06.00 AM. Padahal, Sultan Hassanal Bolqiah baru akan lewat pada pukul 10.00 AM. Acara selesai pukul 01.00 PM, tapi rasa kecintaan rakyat kepada sang Sultan menghilangkan rasa teriknya sinar matahari yang mulai membakar tubuh pada pukul 08.00 ke atas, ditambah jalan yang penuh sesak menyambut kepulangan sultan dari kota ke Istana Nurul Iman pada pukul 12.00 AM.

Memang tak dapat dipungkiri bahwa rakyat Brunei sangat mencintai pemimpinnya, karena rakyat sangat puas atas apa-apa yang telah dicapai selama 50 tahun kepemimpinan Sultan Hassanal Bolqiah. Buktinya, Brunei diklasifikasikan sebagai negara maju yang IPM-nya tertinggi di antara negara-negara Asean.

Saya berharap, Pemerintah Aceh yang baru dapat melakukan hubungan kerja sama dalam menerapkan hukum syariat Islam dan dari segi ekonomi dengan Brunei, mengingat Brunei Darussalam dan Nanggroe Aceh Darussalam sama-sama menerapkan hukum syariat Islam. Semoga cara Sultan Hassanal Bolqiah memimpin negara dan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya bisa menginspirasi Gubernur Irwandi Yusuf untuk membuat Aceh lebih maju lagi perekonomiannya. Tak ada ruginya belajar dari Brunei demi terwujudnya negeri yang darussalam.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help