SerambiIndonesia/
Home »

Opini

Menuju Indonesia Bebas Penyakit Kaki Gajah

PENYAKIT kaki gajah (filariasis) merupakan satu penyakit yang termasuk endemis di Indonesia

Menuju Indonesia Bebas Penyakit Kaki Gajah
Penderita kaki gajah, Raden Ali memperlihatkan kakinya saat berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia, di Jalan Raya Lambaro Km 4,5 Tanjung Permai, Manyang, PA, Aceh Besar- Banda Aceh, Kamis (25/8). SERAMBI/MAWADDATUL HUSNA 

Oleh Erna Masdiana

PENYAKIT kaki gajah (filariasis) merupakan satu penyakit yang termasuk endemis di Indonesia. Seiring dengan terjadinya perubahan pola penyebaran penyakit di negara-negara sedang berkembang, penyakit menular masih berperan sebagai penyebab utama kesakitan dan kematian.

Jumlah penduduk di dunia terdapat 1,3 miliar yang tersebar lebih dari 83 negara memiliki risiko tertular filariasis. Penderita filariasis di Indonesia pada 2009 dilaporkan sebanyak 11.914 kasus. Filariasis termasuk penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria yang menyerang saluran kelenjar getah bening.

Kini, isu trend seputaran kaki gajah sedang marak dan meningkat di Indonesia. Pemerintah sangat berharap penyakit kaki gajah ini dapat punah, dan Indonesia bebas dari penyakit menular tersebut. Penyakit kaki gajah ini disebabkan oleh cacing filari (microfilaria), yang dapat menular dengan perantara nyamuk sebagai vector.

Penyakit ini dapat menimbulkan cacat seumur hidup berupa pembasaran kaki, lengan dan alat kelamin, serta berdampak terhadap psikologis dan perkembangan jiwa penderita dan keluarganya. Hal ini juga menyebabkan penderita tidak bisa bekerja secara optimal, bahkan hidupnya tergantung kepada orang lain serta menjadi beban keluarga, masyarakat dan negara.

Di daerah perkotaan, parasite ini ditularkan oleh nyamuk culex quenquefasatus, sedangkan di pedesan vektornya berupa nyamuk anopheles atau aedes, masa pertumbuhan parasite dalam nyamuk selama dua minggu, pada manusia belum pasti diperkiran 7 bulan.

Tanda dan gejala penyakit filariasis ada dua, yaitu akut demam 3-5 hari, pembengkakan kelenjar getah bening, pembesaran tungkai, lengan, alat kelamin, dan cronis yaitu pembesaran menetap pada lengan, tungkai, dan alat kelamin.

Penularan filariasis
Penularan filariasis dapat terjadi bila ada tiga unsur, yaitu: Pertama, adanya sumber penularan, yakni manusia atau hospes reservoir yang mengandung mikrofilaria dalam darahnya; Kedua, adanya vektor, yakni nyamuk yang dapat menularkan filariasis, dan; Ketiga, manusia yang rentan terhadap filariasis.cara pemeriksaan dapat

Aceh merupakan daerah yang memiliki kasus penyakit kaki gajah nomor 2 di Indonesia, setelah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu sebanyak 2.375 kasus yang tersebar di 21 kabupaten/kota. Menurut Barodji dkk (1990-1995) wilayah Kabupaten Flores Timur merupakan daerah endemis penyakit kaki gajah yang disebabkan oleh cacing Wuchereria bancrofti dan Brugia timori.

Selanjutnya oleh Partono dkk (1972) penyakit kaki gajah ditemukan di Sulawesi, dan Kalimantan oleh Soedomo dkk (1980), menyusul di Sumatera oleh Suzuki dkk (1981). Penyebab penyakit kaki gajah yang ditemukan di Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera tersebut adalah dari spesies Brugia malayi.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help