Tersangka Sakit Hati pada Korban

Pembantaian Tjie Sun alias Asun (48) bersama istrinya, Minarti (39), dan seorang putra mereka, Calliestos NG

Tersangka Sakit Hati pada Korban
POLISI menggiring Ridwan, tersangka pembunuhan satu keluarga di Gampong Mulia, Kuta Alam, Banda Aceh, saat tiba di Mapolresta Banda Aceh, Kamis (11/1). 

* Motif Pembantaian Asun Sekeluarga

BANDA ACEH - Pembantaian Tjie Sun alias Asun (48) bersama istrinya, Minarti (39), dan seorang putra mereka, Calliestos NG (8), dilatarbelakangi oleh rasa sakit hati tersangka Ridwan (22) terhadap korban Asun.

Fakta itu terungkap dari hasil interogasi lisan yang dilakukan polisi terhadap tersangka, beberapa jam setelah tersangka ditangkap di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, Rabu (10/1) sore.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Misbahul Munauwar SH dalam konferensi pers di Polresta Banda Aceh, Kamis (11/1) sore mengatakan kepada petugas bahwa tersangka mengaku sakit hati, karena sering dimarahi dan dicaci oleh korban.

Akibatnya, tersangka gelap mata, sehingga berujung pada hilangnya nyawa Asun beserta istri dan anak laki-laki mereka, Calliestos, secara tragis, Jumat (5/1) sore.

Setelah pembunuhan itu, pemuda asal Dusun Kulam Beude, Gampong Paya Seumantok, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya ini langsung kabur naik sepeda motor Honda Scoopy BL 4369 JO milik korban.

Menurut Misbah, dalam pembunuhan itu Ridwan merupakan pelaku tunggal. Ridwan sendiri, lanjut Kabid Humas, merupakan sopir angkutan pada usaha kelontong milik korban Asun.

Selain Ridwan, ada seorang rekannya bernama Safrizal (43), warga Desa Sei Kambling B, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara, yang ditangkap saat Ridwan diringkus di Bandara Kualanamu, Sumut Rabu (10/1) sekitar pukul 18.00 WIB.

Saat itu Safrizal berada bersama tersangka, sehingga Safrizal pun harus diboyong ke Polresta Banda Aceh untuk dimintai keterangan terkait keterlibatannya dalam kasus tersebut. “Pertama yang dihabisi tersangka adalah Asun. Selanjutnya istri, lalu anaknya yang dibunuh di ruko satunya lagi,” sebut Kombes Misbah.

Saat mayat Minarti ditemukan, perempuan itu tak berbusana. Fakta ini memicu sangkaan ada kemungkinan ia diperkosa sebelum dibunuh. Namun, terhadap kemungkinan itu Kombes Misbah menyatakan belum ada hasil pemeriksaan dokter yang menguatkannya.

Di sisi lain, keluarga korban tidak menginginkan jenazah diautopsi. “Tersangka belum di-BAP, masih sekadar interogasi lisan saja. Tapi, apa pun hasilnya nanti saat pemeriksaan dan kalau ada fakta-fakta baru yang terungkap, akan kami sampaikan kepada para jurnalis,” pungkas Kombes Misbah.

Keberhasilan jajaran kepolisian mengungkap motif dan menangkap tersangka pelaku pembunuhan dalam waktu kurang dari tiga hari mendapatkan apresiasi dari warga. Apresiasi tersebut terlihat di fanpage facebook Harian Serambi Indonesia (serambinews.com) serta di media sosial facebook yang selama ini digunakan tersangka Ridwan atas nama Iwan Maulana. (mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help