Pulang dari Luar Negeri, Pemodal Tambang Emas Ilegal di Geumpang Dibekuk Polisi

keduanya ditangkap, karena masih melakukan illegal mining di kawasan Km 23 Krueng Alue Ruek Gampoang Bangkeh, Kecamatan Geumpang, Pidie.

Pulang dari Luar Negeri, Pemodal Tambang Emas Ilegal di Geumpang Dibekuk Polisi
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Personel Dit Reskrimsus Polda Aceh memboyong dua tersangka illegal mining saat konferensi pers di Mapolda Aceh, Senin (15/1/2018). 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Personel Dit Reskrimsus Polda Aceh membekuk dua orang yang diduga pemodal dan seroang asisten atau pembantu dalam aktivitas tambang emas ilegal di kawasan Geumpang, Pidie.

Dua tersangka itu adalah HU (49) dan SY (40), yang ditangkap personel Dit Reskrimsus saat keduanya dipanggil ke Polda Aceh, Sabtu (13/1/2018).

HU ditangkap setelah dirinya pulang dari luar negeri. “HU, yang bersangkutan ini baru pulang dari luar negeri, kemudian kita panggil ke Polda Aceh,” kata Dir Reskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Erwin Zadma dalam konferensi pers di Mapolda Aceh, Senin (15/1/2018).

(Baca: Pemodal Tambang Emas di Tangse Masih Buron)

(Baca: Tertibkan Tambang Emas Liar, Mobil Patroli Milik Kodim Nagan Raya Nyaris Terseret Arus Sungai)

(Baca: Colek Area Terlarang Mahasiswi, Pemuda Ini Bisa Dicambuk 45 Kali Atau Didenda 450 Gram Emas Murni)

Kombes Pol Erwin Zadma mengatakan, HU dipastikan sebagai pemilik modal. “HU ini pemodal, kemudian juga memiliki ekskavator untuk aktivitas pertambangan illegal ini,” sebutnya.

Sedangkan SY, adalah pembantu utama dari HU. “Dia bertugas membayar para pekerja di lapangan, mengepul bahan yang sudah didapat di lokasi tambang,” sebutnya.

(Baca: CATAT! Kalender MotoGP 2018, Thailand Seri Ke-15 Sebelum Jepang, Uji Coba 16-18 Februari)

(Baca: Daftar dan Jadwal 4 Turnamen Badminton World Federation Bulan Januari 2018, Diawali Thailand Masters)

Erwin Zadma mengatakan, keduanya ditangkap, karena masih melakukan illegal mining di kawasan Km 23 Krueng Alue Ruek Gampoang Bangkeh, Kecamatan Geumpang Pidie.

“Sebelumnya kita sudah lakukan operasi gabungan ke sana. Kemudian pada 7 Januari lalu kita dapat info masih ada yang melakukan aktivitas tambang illegal,” sebut Erwin.

Adapun pasal yang disangkakan kepada kedua tersangka adalah, pasal 158 Jo pasal 37 UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara serta pasal 89 ayat (1) huruf a Jo pasal 17 ayat (1) huruf b UU nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

“Ancaman penjara 10-15 tahun dan denda paling banyak 10 miliar,” pungkas Kombes Pol Erwin Zadman didampingi Kabdi Humas Polda Aceh, Kombes Pol Misbahul Munauwar.(*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help