SerambiIndonesia/

Ini Beda Apam Aceh Dengan Apam Dari Berbagai Daerah Lain di Indonesia, Coba Lihat Mana Lebih Tebal?

Soal tebal atau tipis mana, sebaiknya bandingkan dengan beberapa apam dari berbagai daerah lainnya

Ini Beda Apam Aceh Dengan Apam Dari Berbagai Daerah Lain di Indonesia, Coba Lihat Mana Lebih Tebal?
Tenaga Program Keluarga Harapan (PKH) Dinas Sosial (Dinsos) Pidie memasak kuliner khas Aceh berupa Teut Apam yang diselenggarakan di halaman belakang kantor dinas setempat, Kamis (5/4). Ratusan hasil masakan Apam bersama kuah tersebut disalurkan kepada warga dan PNS dalam lingkup dinas. SERAMBI/IDRIS ISMAIL 

SERAMBINEWS.COM - Apakah para pembaca sudah makan apam pada bulan Ra'jab 1439 Hijriah ini? tapi yang pasti pembaca sudah pernah makan apam sebelumnya.

Apam merupakan istilah orang Aceh, kalau bahasa Indonesia namanya Serabi dan ada juga menyebut nama surabi.

Di Aceh memang ada bulan khusus di mana warga yang didominasi kaum ibu-ibu ramai merayakan khanduri apam.

Baca: Seribu Peserta akan Tampil di Festival Tot Apam di Pidie, Ini Lokasinya

Kaum ibu masak apam massal di Gampong Pukat, Kecamatan Pidie, Minggu (25/3/2018).
Kaum ibu masak apam massal di Gampong Pukat, Kecamatan Pidie, Minggu (25/3/2018). (SERAMBINEWS.COM/M NAZAR)

Tradisi terun temurun diperingati tiap bulan Ra'jab atau yang populer di Aceh beuleun apam berdasarkan kalender atau Almanak Aceh. 

Bulan Ra'jab 1439 H kali ini jatuh pada 19 Maret - 16 April 2018 Masehi.

Beberapa daerah seperti diberitakan Serambinews.com sebelumnya, misalnya di Pidie dan kabupaten/kota lain sudah melaksanakan tradisi Toet Apam (memasak apam).

Untuk tugas Toet Apam memang ini bagian ibu-ibu yang sibuk sejak sebelum hari H dan makin sibuk setelah shalat Subuh mempersiapkan bahan hingga proses memasak sampai selesai.

Baca: Ratusan Ibu-ibu Masak Apam Massal di Gampong Pukat, Pidie, Habiskan 100 Buah Kelapa

Bahan yang diperlukan seperti gula, tepung beras, santan kelapa, pisang, buah nangka untuk pelengkap kuah.

Halaman
1234
Penulis: Hadi Al Sumaterani
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help