Salam

Harus Dipetakan, Lokasi Pemancingan yang Aman

Tragedi maut kembali terjadi di lokasi-lokasi wisata dan pemancingan kawasan Kecamatan Leupung

Harus Dipetakan, Lokasi Pemancingan yang Aman
ILustrasi 

Tragedi maut kembali terjadi di lokasi-lokasi wisata dan pemancingan kawasan Kecamatan Leupung, Aceh Besar. Pada Minggu (2/4) pagi, tiga warga hilang diterjang ombak dan tak ditemukan hingga belasan jam kemudian, meski upaya pencarian sudah dilakukan pascamusibah tersebut.

Ketiga orang itu disapu ombak di dua lokasi terpisah dalam waktu hampir bersamaan. Lokasi kejadiannya di Pantai Riting (kawasan Desa Deah Mamplam) dan Lhokseudu, tak jauh dari Batu Dua. Waktu kejadian hampir bersamaan, sekitar pukul 09.30 WIB.

Kejadian di Objek wisata Pantai Riting menimpa seorang remaja bernama Saiful Rajab (16), siswa kelas II SMK 1 Bendahara, Aceh Tamiang. Saiful bersama tiga rekannya menikmati liburan sambil memancing di pinggir tebing. Sedang asyik memancing, dua ombak besar menghantam korban sehingga terpental ke laut dan menghilang. Upaya penyelamatan yang dilakukan temannya gagal karena ombak di lokasi saat itu sangat ganas.

Dalam waktu hampir bersamaan, masih di laut Leupung, tepatnya di kawasan Lhokseudu, dua warga juga dilaporkan hilang akibat dihantam ombak ketika hendak memancing. Kedua korban tersebut masing-masing bernama Joko (25) dan Ozi Priyandi (46). Saat kejadian itu, Joko, Ozi, dan seorang lainnya sedang menyeberang menuju titik pemancingan di atas gundukan karang. Tiba-tiba ombak-ombak besar menghantam Joko dan Ozi sehingga keduanya terpental ke laut dan menghilang.

Terhadap kedua peristiwa itu, kita ikut berduka dan berharap Allah Swt memberikan yang terbaik kepada mereka. Dan, yang lebih penting, kejadian itu mestinya menjadi pelajaran penting bagi siapapun, agar berhat-hati setiap kali berkunjung ke pantai, terutama dalam memilih lokasi pemancingan.

Dan, pemerintah tidak kita anjurkan mengeluarkan larangan pemancingan. Tapi, yang dibutuhkan masyarakat adalah pentunjul, atau aba-aba peringatan bagi warga yang hobinya mancing. Oleh karena itu, pemerintah di Aceh ini harus melakukan pemetaan kembali terhadap lokasi-lokasi wisata yang layak dan aman sebagai lokasi pemancingan. Terhadap lokasi-lokasi yang tidak aman, harus diabuat papan “Dilarang Memancing di Lokasi Ini”. Dan, pada hari-hari tertentu, pada musim liburan hendaknya ada petugas mengawasi lokasi-lokasi terlarang itu. Terutama pada musim laut berombak.

Demikian juga untuk lokasi pemandian di pantai, harus ada pengawasan yang lebih ketat, dan pengunjung pantai wajib mematuhi larang-larangan yang ada demi kemanan dan kenyamanan berlibur.

Pengalaman selama ini, banyak yang “menantang maut” di kawasan wisata dan pemancingan bukan untuk mandi atau mendapatkan ikan yang banyak, tapi lebih berkeinginan untuk mendapatkan spot foto atau video aneh atau mengerikan. Di situlah banyak yang jatuh korban. Maka, berlibur dan memancinglah di lokasi yang aman dan mendapat rekomendasi dari pemerintah.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved