Sumur Minyak Meledak

Setelah Penutupan Sumur Minyak yang Meledak, Warga Dilarang Memasak dan Membakar di Radius Ini

Selain itu, bagi warga sekitar juga kita imbau agar tidak memasak di luar rumah karena dikhawatirkan muncul bau gas tiba-tiba," pinta Saiful.

Setelah Penutupan Sumur Minyak yang Meledak, Warga Dilarang Memasak dan Membakar di Radius Ini
KONDISI Dusun Bhakti, Gampong Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Kamis (26/4/), setelah terbakarnya sumur minyak di kawasan itu yang menyemburkan gas, air, dan minyak. 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Muspika Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur mengimbau masyarakat di sekitar sumur minyak yang meledak di Gampong Pasir Putih,tidak membakar sembarangan di lokasi tersebut.

Sumur minyak itu memang sudah ditutup setelah meledak dan terbakar pada 24 April 2018. Namun, warga diimbau tidak membakar dalam radius 150 meter dari titik sumur minyak tersebut.

Untuk diketahui, pada Sabtu 12 Mei 2018, tim penanganan menutup sumur minyak yang menyemburkan cairan menggunakan alat dari PT Pertamina.

Sejak penutupan itu, kata Camat Ranto Peureulak, Saiful kepada Serambinews.com, Jumat (18/4/2018), sampai saat ini lokasi sumur masih dijaga oleh petugas Polres Aceh Timur dan petugas PT Pertamina yang memindahkan minyak dari kolam ke lokasi penampungan milik KSO PT Aceh Timur Kawai Energi di kecamatan setempat.

(Baca: Blak-blakan Tentang Target Teroris Sebenarnya, Pria Bergelar Doktor Ini Sempat Sebut Nama Ahok)

(Baca: Nissa Sabyan, Gadis Pesantren yang Melejit Lewat Tembang Shalawat, Ya Habibal Qalbi)

(Baca: VIRAL! Kendarai Motor Mini di Jalan Raya, 2 Bocah Ini Kabur Saat Dinasehati Anggota Satlantas)

Beberapa waktu lalu, setelah sumur minyak ditutup, tambah Saiful, warga sudha melakukan takziyah untuk korban yang meninggal dunia di lokasi, serta mem-peusijuek lokasi sumur minyak tersebut.

Selain itu, jelas Saiful, pasca ditutup keadaan di lapangan memang sudah kondusif. Namun, hasil musyawah Muspika Ranto Peureulak, beberapa waktu lalu, pihaknya memohon Forkopimda Aceh Timur membentuk tim khusus yang menangani dan menjaga, serta mengawasi lokasi sumur minyak ini.

"Kita khawatirkan masyarakat datang berebut mengambil minyak yang berpotensi terjadi keributan. Karena itu kita minta Forkopimda segera membentuk petugas penanganan sumur minyak di lapangan," pinta Saiful.

(Baca: Prabowo Akan Umumkan Siapa Cawapresnya Setelah Jokowi Lakukan Hal Ini)

(Baca: Bisa Bikin Perut Kembung, Hindari 5 Jenis Makanan Ini Saat Buka Puasa)

(Baca: Jangan Konsumsi Saat Sahur! 5 Makanan Ini Sebabkan Bau Mulut Saat Puasa)

Pada lokasi sumur minyak, jelas Saiful, juga sudah dipasang lampu oleh warga setempat berdasarkan permintaan Muspika.

"Sekali lagi kami mengimbau warga tidak membakar sembarangan dengan radius 150 meter. Selain itu, bagi warga sekitar juga kita imbau agar tidak memasak di luar rumah karena dikhawatirkan muncul bau gas tiba-tiba," pinta Saiful.

Saiful menambahkan, total korban meninggal dunia akibat terbakar 24 orang, dan 34 orang korban luka yang sempat dirawat di berbagai rumah sakit.(*)

Penulis: Seni Hendri
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help