Ramadhan 1439 H

Pahala Puasa Ramadhan Hilang Gegara Chat dan Video Call dengan Lawan Jenis? Ini Penjelasan Ulama

Komunikasi via video call yang dapat menampakkan aurat, maka hal itu bukan hanya menghilangkan pahala puasa, tapi juga dapat membatalkan puasa.

Pahala Puasa Ramadhan Hilang Gegara Chat dan Video Call dengan Lawan Jenis? Ini Penjelasan Ulama
Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali. 

Laporan Riski Bintang | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Ada banyak hal yang dapat menghilangkan pahala puasa Ramadhan.

Misalnya, tidak dapat memelihara pandangan dari hal-hal yang haram, dan tidak mampu menjaga lisan dari perkataan-perkataan kotor.

Lalu, bagaimana jika seseorang yang sedang berpuasa melakukan chat dengan lawan jenis. Apakah dapat menghilangkan pahala puasa?

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali atau yang lebih akrab disapa Lem Faisal berpendapat, chatting tidak akan mengurangi pahala puasa jika dilakukan tidak berlebihan dan sekadar menjaga silaturahmi.

"Kalau sekadar bertanya sudah buka puasa itu tidak ada masalah. Tapi jika chattingan sudah berbau vulgar atau menggunakan bahasa tidak baik, maka dapat menghilangkan pahala puasa," kata Lem Faisal.

(Baca: Ini yang Akan Terjadi Pada Tubuh Jika Rutin Makan 3 Kurma Sehari Selama Berpuasa)

(Baca: Seorang Perempuan yang Sudah Suci Haid Tapi Belum Mandi Wajib, Sahkah Puasanya?)

(Baca: 9 Hal yang Membuat Puasa Ramadan Batal, Apa Saja?)

Penjelasan Lem Faisal itu disampaikannya saat menjadi narasumber pada acara "Spritual Serambi FM" dengan Tema Hal-hal yang Membatalkan Puasa, di Radio Serambi 90.2 FM, Senin (21/5/2018).

Acara tersebut terselenggara atas kerja sama Radio Serambi FM dan Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI), Serambinews.com dan Serambitv.com.

Lem Faisal mencontohkan kata-kata yang dapat mengurangi dan menghilangkan pahal puasa.

“Contohnya, bilang "sayang, kamu sudah mandi belum". Itu tidak boleh, karena bahasa mandi itu sudah ada gambar lain seperti itu," kata Lem Faisal.

Halaman
12
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved