Libatkan 18 Ribu Personel, AS dan 18 Negara NATO Latihan Perang di Perbatasan Rusia, Apa Tujuannya?

"Tak ada negara yang bisa menghadapi konfrontasi sendirian, persekutuan amat disambut dan diperlukan,"

Libatkan 18 Ribu Personel, AS dan 18 Negara NATO Latihan Perang di Perbatasan Rusia, Apa Tujuannya?
Foto yang diambil pada 20 Juni 2017 ini memperlihatkan pasukan NATO melakukan latihan penyeberangan sungai dalam latihan perang Saber Strike 2017 di Stasenai, Lithuania. (AFP/Petras Malukas) 

SERAMBINEWS.COM - Militer Amerika Serikat dan para sekutunya menggelar latihan perang yang diikuti 18.000 personel di dekat perbatasan Rusia sejak Minggu (3/6/2018).

Latihan perang dengan sandi Saber Strike 18 diikuti AS dan 18 negara sekutunya dengan skenario merespon sebuah serangan militer.

Latihan militer yang digelar selama dua pekan itu dilakukan di sejumlah lokasi di Estonia, Latvia, Lithuania, dan Polandia.

Baca: Media Prancis Ungkap Ancaman Arab Saudi Akan Serang Qatar Bila Beli Sistem Rudal S-400 Dari Rusia

"Latihan ini penting untuk semua unit dan negara yang terlibat di dalamnya," kata Letnan Kolonel Mark "Kidd" Garceau, perwira proyek Wing Saber Strike ke-140, lewat siaran pers Pentagon.

Pasukan sekutu menggelar berbagai jenis latihan, termasuk simulasi operasi penyerbuan, operasi menyeberangi sungai dan jembatan, pengamanan konvoi kendaraan, serta berbagai latihan lainnya.

"Tak ada negara yang bisa menghadapi konfrontasi sendirian, persekutuan amat disambut dan diperlukan," kata Brigjen Richard Coffman, komandan misi AD Amerika Serikat saat membuka latihan bersama ini di Lithuania.

Baca: Ketika 40 Pasukan Komando Amerika Serikat Melawan Serbuan 500 Tentara Bayaran Rusia di Suriah

"Untuk menciptakan sebuah aliansi yang kuat, kami harus berlatih sebagai satu kesatuan dan latihan Saber Strike ini memungkinkan kami untuk mencapai tujuan itu," tambah Coffman.

Aneksasi Rusia terhadap Semenanjung Crimea dari Ukraina menciptakan sebuah gelombang kejutan politik di seluruh Eropa pada 2014.

Aneksasi itu juga menjadi aksi perebutan wilayah dari negara lain dengan menggunakan senjata yang pertama kali sejak berakhirnya Perang Dunia II.

Baca: Rusia dan AS Nyaris Terlibat Perang di Suriah, Ini Pemicunya Kata Presiden Assad

Polandia dan tiga negara Baltik menjadi negara yang memberikan solidaritas paling kuat kepada Ukraina.

Ketiga negara ini juga khawatir Rusia menggunakan taktik yang sama untuk "menggilas" mereka.

Apalagi keempat negara itu, seperti halnya Ukraina, memiliki perbatasan langsung dengan Rusia yang terus meningkatkan kegiatan militernya di seberang perbatasan.

Baca: VIDEO - Ladang Perang Pertama Marinir Amerika Serikat di Asia Tenggara

Meski demikian, AS dan NATO hanya memiliki beberapa ribu personel militer di perbatasan dengan Rusia yang tak bisa mengimbangi kekuatan Rusia.

Untuk mengimbangi Rusia, NATO membentuk pasukan reaksi cepat yang berkekuatan 30.000 personel yang bisa digerakkan dengan cepat ke perbatasan Rusia jika diperlukan.

Di sisi lain, pemerintah Rusia membantah aneksasi Semenanjung Crimea adalah sebuah aksi agresi dan menyebut penempatan pasukan AS di negeri-negeri tetangga Rusia justru yang mengancam negeri itu.(*)

Baca: Tiba di Suriah, 1.000 Ton Beras Aceh Langsung Dibagikan kepada 35 Ribu Keluarga

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: AS dan 18 Negara NATO Gelar Latihan Perang di Perbatasan Rusia

Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved