Gus Yahya Kunjungi Israel, CEO AMI Group Beri Bukti Kutukan Kemenlu Palestina

CEO AMI Group, Azzam M Izzulhaq memberikan bukti terkait kecaman keras dari Pemerintah Palestina terkait kunjungan Gus Yahya.

Gus Yahya Kunjungi Israel, CEO AMI Group Beri Bukti Kutukan Kemenlu Palestina

SERAMBINEWS.COM - CEO AMI Group, Azzam M Izzulhaq memberikan bukti terkait kecaman keras dari Pemerintah Palestina terkait kunjungan Gus Yahya.

Diketahui, Gus Yahya melakukan kunjungan ke Israel guna memenuhi undangan sebagai pembicara The David Amar Worldwide North Africa Jewish Heritage Center, Minggu (10/6/2018).

Dalam acara tersebut, tertulis "Yahya Cholil Staquf (Pak Yahya) General Secretary of Nahdlatul Ulama (NU) Supreme Council", yang artinya Yahya berbicara sebagai tokoh agama, bukan Wantimpres.

Baca: Kapan Hari Raya Idul Fitri? Besok Kemenag Aceh akan Pantau Hilal Syawal 1439 H di 7 Lokasi Ini

Baca: Viral, Ada Mesin ATM Beras di Masjid Salman ITB untuk Warga Kurang Mampu, Cara Ambilnya Unik

Dalam video tersebut, Yahya tampak membahas mengenai Gus Dur, Islam dan Yahudi, dan sama sekali tak menyinggung soal Palestina seperti yang dinantikan banyak pihak.

Oleh karena itu, apa yang disampaikan oleh Yahya akhirnya menuai kontroversi dan kekecewaan dari berbagai pihak, termasuk para tokoh di Indonesia, Hamas, hingga aktivis kemanusiaan di Gaza.

Menanggapi hal tersebut, Azzam memberikan bukti kritikan keras dari berbagai pihak di Palestina, baik Hamas, Fatah, hingga pemerintah Palestina.

Baca: Gelar Pertemuan di Singapura, Begini Isi Lengkap Kesepakatan Donald Trump dan Kim Jong Un

Baca: Piala Dunia 2018 di Depan Mata, Ini Daftar Harga Tiket dan 10 Negara yang Jadi Pembeli Terbanyak!

Pemerintah Palestina melalui Kementerian Luar Negerinya sendiri sempat mengeluarkan pemberitaan di kanal resminya Ministry of Foreign Affairs State of Palestine.

Azzam juga menuliskan kritikannnya dalam akun twitter @AzzamIzzulhaq.

@AzzamIzzulhaq: Sekarang, bukan hanya Hamas dan Fatah. KUTUKAN KERAS sudah dilontarkan PEMERINTAH PALESTINA melalui Kementerian Luar Negeri terhadap kehadiran dan partisipasi ulama Indonesia (disebut oleh Kemenlu Palestina dari NU).

Masih mau bilang ini diplomasi tingkat tinggi?

Baca: Pertemuan Bersejarah Donald Trump dan Kim Jong Un, Singapura Habiskan Rp 278 Miliar

Halaman
12
Editor: Amirullah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help