KUPI BEUNGOH

Kisah Habib Teupin Wan, Ulama Pejuang yang Terlupakan

Pertempuran di Samalanga merupakan pertempuran terdahsyat lainnya dan di sana juga banyak terdapat syuhada perang Aceh

Kisah Habib Teupin Wan, Ulama Pejuang yang Terlupakan
Habib Teupin Wan merupakan nama laqab dari Habib Abdurrahman bin Hasan Asseqaf yang berasal dari Teupin Wan di Mukim XXVI 

Oleh Sayed Murtadha*

Habib Teupin Wan merupakan nama laqab dari Habib Abdurrahman bin Hasan Asseqaf yang berasal dari Teupin Wan di Mukim XXVI.

Sosok ulama pejuang yang luput dari catatan sejarah Aceh, walaupun beliau telah berjuang selama 38 tahun menjaga tanah Aceh dari tangan asing tanpa mengenal kata menyerah.

Tidak banyak peneliti lokal yang melakukan kajian tentang sejarah hidup beliau, padahal beberapa penulis asing telah menuliskan sedikit banyak riwayat hidup beliau, di antaranya H.C.Zentgraff dalam bab “seorang keramat.”

Dijelaskan H.C.Zentgraff bahwa Habib Teupin Wan merupakan sosok yang tidak kenal kompromi dengan Belanda dan terus menyerukan jihad untuk melawan penjajahan di Tanah Aceh.

Hal ini mencerminkan kecintaan dan kepahlawanan beliau dalam mempertahankan tanah kelahirannya.

Dari segi keturunan, Habib Abdurrahman bin Hasan Asseqaf merupakan keturunan dari Sayidina Husein ra yang merupakan cucu dari Baginda Rasulullah SAW.

Dari aspek historis, keturunan Rasulullah SAW dikenal sebagai keluarga ulama dan pejuang. Diantaranya adalah Sayidina Husein bin Ali ra yang berjihad melawan kezaliman pemerintahan Yazid bin Muawiyah sehingga beliau syahid di Karbala.

Baca: VIDEO - Kisah Gugurnya Teuku Umar di Suak Ujong Kalak

Hal ini tentunya tidak mengherankan apabila secara genetik turun kepada Habib Abdurrahman bin Hasan Asseqaf yang telah aktif berjuang dalam perang Aceh sejak tahun 1873 M.

Perang Aceh merupakan sebuah perang terdahsyat yang terjadi di penghujung abad 19 M dan awal dari proses perubahan kehidupan masyarakat Aceh dari sistem kerajaan menjadi sistem kolonial dan kemudian menjadi sistem negara kesatuan.

Halaman
1234
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help