KUPI BEUNGOH
Kisah Habib Teupin Wan, Ulama Pejuang yang Terlupakan
Pertempuran di Samalanga merupakan pertempuran terdahsyat lainnya dan di sana juga banyak terdapat syuhada perang Aceh
Dimana anak laki-laki beliau satu-satunya, Habib Muhammad atau dikenal dengan Habib Cut, harus syahid di Tiro saat terjadi pertempuran dengan pihak Belanda pada 21 Mei 1910 M/ 11 Jumadil Awal 1328 H.
Sebuah jiwa yang besar dengan merelakan anak laki-lakinya harus syahid di depan matanya, hal ini justru menambah ketakwaan dan semangat jihad beliau untuk terus berjuang dan meninggal semua harta benda duniawi.
Baca: Ini Kisah Mengharukan, Akhir Perjalanan Hidup Sang Deklarator GAM Hasan Tiro
Aktifnya perjuangan Habib Teupin Wan di Pegunungan Tangse, membuat pihak Belanda menggunakan siasat liciknya dengan memperdayakan seorang mata-mata atau “cuak” dalam bahasa Aceh.
Dalam cerita tutur dijelaskan bahwa Tengku Baje Mirah atau Pang Bayak merupakan orang yang memiliki andil besar dalam membantu Belanda melacak tempat persembuyian Habib Teupin Wan di pedalaman hutan Tangse.
Tengku Baje Mirah melakukan aksinya melalui pengiriman seekor sapi kepada Habib Teupin Wan untuk memperingati meugang pada hari raya Idul Fitri pada saat itu, melalui jejak sapi tersebutlah Letnan B.J. Schmidt dan pasukannya berhasil melacak tempat persembuyian Habib Teupin Wan.
Pegunungan Tangse merupakan saksi bisu ketika Letnan B.J. Schmidt melakukan operasi militer untuk mencari seorang yang banyak menyusahkan Belanda baik materi maupun secara psikologis.
Dalam proses operasi tersebut akhirnya tokoh ulama Tiro terakhir atau Sang Panglima Perang Aceh yang terakhir syahid pada 5 Syawal 1329 H/ 29 September 1911M di pegunungan Tangse tanpa ada kata menyerah, tanpa ada rasa takut walaupun harus mengorbankan harta serta keluarganya.
Baca: Tak Banyak yang Tahu, Raja Termegah Aceh Sultan Iskandar Muda Mangkat Hari Ini, 381 Tahun Lalu
Sikap rela mengorbankan harta serta jiwa bahkan anaknya harus syahid di depan matanya untuk membebaskan Aceh dari belenggu Belanda merupakan sikap kesatria yang mencerminkan sikap “Pahlawan Sejati”.
Beliau syahid setelah terjadi pertempuran yang sengit antara kubu Habib Teupin Wan dengan pasukan marsose yang dipimpin oleh kolonel Schemidt pada Hari Raya Idul Fitri.
Dalam Alquran surat Ali Imran Ayat 169 Allah berfirman, “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rizki.”
*Sayed Murtadha | Ketua Asyraf Aceh
KUPI BEUNGOH ADALAH RUBRIK OPINI PEMBACA SERAMBINEWS.COM. SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNG JAWAB PENULIS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/habib-teupin-wan_20180620_012736.jpg)