Rupiah Kembali Anjlok ke Level Rp 14.090 per Dollar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS kembali melemah setelah libur panjang Lebaran 2018 selama lebih dari sepekan

Rupiah Kembali Anjlok ke Level Rp 14.090 per Dollar AS
Petugas menghitung pecahan dolar Amerika di salah satu gerai penukaran mata uang di Kwitang, Jakarta Pusat, Selasa (8/5/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolla AS yang ditransaksikan pada Selasa (8/5/2018) ditutup melemah 51 poin atau 0,36 persen ke level Rp14.052 per dollar AS.(ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN) 

SERAMBINEWS.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS kembali melemah setelah libur panjang Lebaran 2018 selama lebih dari sepekan.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor hari Kamis (21/6/2018), tercatat nilai tukar rupiah ada pada level Rp 14.090.

Bila merunut riwayat perkembangan nilai tukar rupiah sebelumnya, sudah menampakkan penguatan dengan level di kisaran Rp 13.800 hingga Rp 13.900.

Baca: Dollar AS Menguat, Rupiah Kembali Loyo, Ini Penyebabnya

Penguatan ini mulai terlihat sejak Bank Indonesia melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Mei dua kali menaikkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Repo Rate.

Pertama kali BI menaikkan suku bunga acuan pada Mei yaitu melalui RDG tanggal 16 dan 17.

Saat itu, BI 7-Day Repo Rate dinaikkan 25 basis poin (bps) dari 4,25 persen jadi 4,5 persen.

Itu merupakan kenaikan pertama setelah sekian lama BI mempertahankan suku bunga acuan sebesar 4,25 persen.

Baca: Digaji Ratusan Juta Rupiah, Apa Tugas Megawati cs di BPIP

Tidak lama kemudian, BI kembali menjadwalkan RDG tambahan pada 30 Mei 2018 lalu memutuskan menaikkan lagi BI 7-Day Repo Rate sebesar 25 bps, membuat suku bunga acuan jadi 4,75 persen.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo sebelumnya membuka kemungkinan menaikkan kembali suku bunga acuan dalam rangka menghadapi penguatan dollar AS untuk stabilisasi nilai tukar rupiah.

Adapun jadwal RDG berikutnya jatuh pada 27 dan 28 Juni 2018.

Baca: Obat Kuat BI belum Bertenaga, Rupiah Masih Loyo Terhadap Dollar AS

Research Analyst dari ForexTime (FXTM) Lukman Otunuga turut memprediksi, rupiah terancam terus melemah sepanjang pekan ini.

Hal itu sebagai dampak kekhawatiran dari perang dagang Amerika Serikat dan China serta penguatan dollar AS.

"Ketegangan antara dua negara adidaya ini membuat pasar berhati-hati. Saham global melemah karena keadaan ini, oleh karena itu investor mungkin akan melepas aset berisiko dan beralih pada investasi safe haven (instrumen yang dianggap aman)," kata Lukman.(*)

Baca: Kesaksian Siswa SMA Selamat Sambil Pegang Helm, Sebut Penumpang Sudah Penuh Masih Dipaksa Masuk

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Apa Kabar Rupiah Setelah Libur Panjang Lebaran?

Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved