Pemilu 2019

Jadi Caleg dari PDIP, Pendiri PKS Yusuf Supendi: 70 Persen Pendukung PDI-P Umat Islam dan Santri

Ia memilih PDI-P sebagai kendaraan politik karena merasa memiliki kecocokan.

Jadi Caleg dari PDIP, Pendiri PKS Yusuf Supendi: 70 Persen Pendukung PDI-P Umat Islam dan Santri
Mantan politisi dan pendiri PKS Yusuf Supendi, saat mendatangi Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (4/7/2013). (KOMPAS.com/ICHA RASTIKA) 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi maju sebagai calon anggota DPR RI 2019-2024 dari PDI-P.

Ia memilih PDI-P sebagai kendaraan politik karena merasa memiliki kecocokan.

"70 persen pendukng PDI-P itu umat Islam dan santri. Saya kan santri, jadi ketemu santri cocok," kata Yusuf saat mendampingi elite PDI-P mendaftarkan caleg ke Kantor Komisi Pemilihan Umum, Selasa (17/7/2018).

Yusuf pun yakin bisa merebut mayoritas suara masyarakat di daerah pemilihan V Jawa Barat yang meliputi kabupaten Bogor.

Baca: Enam Parpol Belum Daftarkan Bacaleg ke KIP Bireuen

Baca: Wujud Buaya Raksasa yang Diburu Selama 10 Tahun, Usianya Diperkirakan 60 Tahun

Ia berkaca pada pengalamannya saat menjadi caleg PKS pada 2004. Saat itu, ia berhasil meraih 85.000 suara dan lolos ke Senayan.

"Temen-temen juga bilang, saya tidak perlu kampanye. Tidak perlu jual visi misi. Tinggal ketemu, silaturahmi saja," kata dia.

Yusuf merupakan pendiri Partai Keadilan yang merupakan cikal bakal Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Yusuf juga pernah menjadi menjadi anggota DPR periode 2004-2009 dari Fraksi PKS.

Baca: Kalah Pemilihan Gubernur, Djarot dan Sihar Siap Nyaleg DPR RI di Sumut

Baca: Massa KMAB Ingin Jumpa Plt Gubernur Aceh, Pangdam, Kapolda, dan Wali Nanggroe Bahas Soal OTT KPK

Namun pada 2010, Yusuf dipecat dari PKS. Saat itu dia menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Syariah PKS.

Dalam bukunya yang berjudul, 'Yusuf Supendi Menggugat Elite PKS', ia mengaku dipecat karena dituduh mengganggu istri orang dan menyelewengkan dana sumbangan.

Halaman
12
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help