Abu Kuta Krueng dan Abu Tanjong Peusijuek Jamaah Haji Pidie Jaya, Ini Jamaah Tertua dan Termuda
Prosesi peusijuek dilakukan Tgk H Usman Ali (Abu Kuta Krueng) bersama Tgk H Abdullah Ibrahim atau Abu Tanjong Bungong
Penulis: Abdullah Gani | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Abdullah Gani | Pidie Jaya
SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Calon jamaah haji (CJH) Pidie Jaya dipeusijuek atau tepung tawar di Masjid Tgk Chik Pante Geulima, Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Selasa (31/7/2018).
Prosesi peusijuek dilakukan Tgk H Usman Ali (Abu Kuta Krueng) bersama Tgk H Abdullah Ibrahim atau Abu Tanjong Bungong.
Usai peusijuek juga disertai penyerahan bingkisan masing-masing sehelai kain sarung dan ongkos pulang pergi Meureudu – Banda Aceh oleh Sekdakab, Drs H Abd Rahman SE,MM bersama Kepala Kantor Kemnenterian Agama, Drs H Ilyas Muhammad MA.
Baca: Banyak Bacaleg di Pidie Jaya Berstatus PNS dan Aparatur Gampong
Dilaporkan, dari 208 orang yang diberangkat tahun ini, jamaah termuda bernama Anisa Fitri Agussalim Hanafiah (19) dari gampong Beuringen. Sementara CHJ tertua adalah, Nyak Maneh Muhammad Basyah (84) dari Kecamatan Ulim.
Kecuali hanya dua orang jamaah asal Pijay masuk pada kloter ke 12 bergabung dengan Sumatera Utara dan berangkat meninggalkan tanah air menuju King Abdul Aziz - Jeddah, Rabu (15/8/2018).
Sementara 206 orang berangkat dengan Kloter 11, Selasa (14/8/2018).
Ke-208 orang CJH dimaksud adalah sudah termasuk seorang Tim Pembimbing Haji Daerah (TPHD) yang pada tahun ini dipimpin Tgk Marzuki HM Ali.
Baca: Petani Kebun Abah Lueng di Pidie Jaya Resah, Ini Masalahnya
Bupati Pijay, dalam sambutannya meminta para jamaah untuk menjaga kesehatan sejak sekarang sehingga semua kegiatan selama berada di tanah dapat dilakukan dengan sempurna.
Terlebih lagi Wukuf di Arafah serta melontar Jumarah yang memang membutuhkan kondisi kesehatan atau fisik yang prima.
Pesan lainnya adalah menjaga nama baik Indonesia secara umum dan saling tolong menolong antar sesama.
“Doakan juga agar negeri ini serta rakyat hidup rukun dan damai jauh dari marabahaya,” pinta Bupati Pidie Jaya, Aiyub Abbas.(*)