Petugas Bandara SIM Gagalkan Penyelundupan Narkoba 600 Gram, Ini Janji Imbalan Uang Untuk Kurir

Pada saat tersangka Mu, melewati pemeriksaan x-ray, petugas melihat ada benda yang mencurigakan yang disimpan tersangka di bagian celananya

Petugas Bandara SIM Gagalkan Penyelundupan Narkoba 600 Gram, Ini Janji Imbalan Uang Untuk Kurir
FOTO ILUSTRASI - Personel opsnal Satuan Narkoba Polres Aceh Besar menyita sabu saat menangkap dua petani asal Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar, Senin (12/3/2018) sekitar pukul 03.30 WIB, dini hari. 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Petugas Aviation security (Avsec) Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar, menggagalkan upaya penyelundupan yang dilakukan seorang penumpang yang akan menaiki pesawat komersil, Jumat (31/8/2018) sekitar pukul 05.10 WIB.

Tersangka berinisial Mu (23) seorang mahasiswa asal Bireuen itu yang berperan kurir itu diiming-imingin mendapat upah Rp 15 juta, bila sabu-sabu itu berhasil sampai di Jakarta.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH melalui Kasat Narkoba, AKP Budi Nasuha Waruwu SH kepada Serambinews.com Sabtu (1/9/2018) menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka Mu (23) berawal dari kecurigaan petugas Bandara SIM terhadap gerak-gerik tersangka.

Baca: Brankas Kantor Disnaker Kota Banda Aceh Dibobol Maling, Ini Jumlah Uang yang Hilang

Pada saat tersangka Mu, melewati pemeriksaan x-ray, petugas melihat ada benda yang mencurigakan yang disimpan tersangka di bagian celananya.

Kecurigaan itu langsung membuat petugas menggeladah tersangka.

"Ternyata benar, begitu celana tersangka dibuka oleh petugas bandara, ditemukan sabu-sabu yang diperkirakan seberat 600 gram yang telah diisolatif dan disimpan di dalam celana tersangka," kata AKP Budi.

Baca: VIDEO - Ular Piton Raksasa Ditemukan Dengan Perut Kembung, Begitu Dibelah Ternyata Ini di Dalamnya

Tersangka Mu langsung diamankan petugas Bandara SIM beserta barang bukti (BB) 600 gram sabu dan uang tunai sebesar Rp 816 ribu.

"Petugas Avsec Bandara SIM langsung menghubungi kami. Tersangka kami jemput dan setelah kami interogasi kami peroleh keterangan tersangka Mu, mengaku barang terlarang itu dititipkan seorang bandar sabu berinisial BR yang juga warga Bireuen," ungkap Budi.

Kurir tersebut, lanjut AKP Budi, tergiur dengan upah yang dijanjikan bandar BR, sebesar Rp 15 juta, bila barang terlarang itu diterima dengan utuh.

Baca: Ada Bom Waktu di Bawah Samudra Arktik yang Dikhawatirkan Para Ilmuwan

"Begitu kami mengantongi nama bandar sabu-sabu tersebut, saya bersama anggota langsung bergerak ke Bireuen. Kita berhasil meringkus BR di rumahnya, tepatnya di kawasan Peusangan Bireuen dan kini keduanya telah amankan di Polresta untuk pengembangan lebih lanjut," ungkap Budi.(*)

Untuk berita selengkapnya baca Harian Prohaba edisi Minggu (2/9/2018).

Penulis: Misran Asri
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved