Terlilit Utang Rp 10 Triliun, DPR Restui Penjualan Merpati Airlines

"Waktu rapat komisi, kami menyetujui upaya penjualan Merpati, karena kalau dipertahankan memang akan membebani keuangan negara,"

Terlilit Utang Rp 10 Triliun, DPR Restui Penjualan Merpati Airlines
Merpati Nusantara Airline.(KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES) 

SERAMBINEWS.COM - Nasib Merpati Airlines sangat memprihatinkan. Maskapai plat merah itu tak kunjung terbang. 

Sedangkan proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) hampir habis.

Meski telah resmi mendapatkan investor, perlu beberapa langkah agar Merpati bisa terbang lagi.

Baca: Kisah Pramugari Garuda Selamatkan Diri dari Tsunami Palu, Air Sempat Surut Tapi Kembali Naik

Tentu, mulanya proses PKPU Merpati harus berakhir homologasi atawa damai.

Setelahnya, perlu izin dari pemerintah maupun Dewan Perwakilan Rakyat, Guna Merpati mengimplementasikan homologasi.

Anggota DPR Komisi VI Bowo Sidik Pangarso bilang, sikap komisi yang membidangi urusan industri, investasi, dan persaingan usaha ini mengambil sikap menyetujui ikhtiar penjualan Merpati ke investor.

Baca: Utang Pemerintah Indonesia Kembali Naik, Per Agustus 2018 Capai Rp 4.363 Triliun

"Waktu rapat komisi, kami menyetujui upaya penjualan Merpati, karena kalau dipertahankan memang akan membebani keuangan negara," katanya ketika dihubungi Kontan.co.id, Rabu (3/10/2018).

Meski demikian, ia memberikan catatan bahwa sejatinya Komisi ingin agar investir membeli seluruh kepemilikan Merpati. Sehingga kewajiban utang Merpati juga beralih dari pemerintah.

"Kalau dari skema yang saya ketahui, investor mau masuk kemudian dia akan operasi lagi, buka rute, tapi ini kan harus urus izin lagi. Lebih baik memang dibeli keseluruhan, sehingga investor bertanggung jawab atas utang, karena utangnya cukup besar juga sampai Rp10 triliun," paparnya.

Baca: Rupiah Terjungkal ke Rp 15.025 Per Dollar AS, Ini Penyebabnya Menurut Analis

Bowo juga menambahkan bahwa kini Komisi masih akan menunggu proses PKPU yang tengah berlangsung.

Halaman
12
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved