Senator Fachrul Razi dan Aktivis Aceh Berdemo di KPK, Minta Usut Izin Tambang Nagan Raya

Fachrul Razi mengatakan Izin tambang emas itu berada di area penggunaan lain (APL) seluas 2 779 hektare dan hutan lindung 4. 709 hektare.

Senator Fachrul Razi dan Aktivis Aceh Berdemo di KPK, Minta Usut Izin Tambang Nagan Raya
ist
Aktivis Aceh saat menggelar demo di gedung KPK, Jakarta, Jumat (5/10/2018). 

Laporan Fikar W. Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA --- Senator Aceh Fachrul Razi dan bersama puluhan aktivis mahasiswa menggelar demonstrasi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Kuningan, Jakarta, Jumat (5/10/2018).

Mereka menuntut KPK segera mengusut izin tambang emas di Kabupaten Nagan Raya, Aceh yang dikeluarkan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral RI dan Dirjen Minerba.

"Kami siap mendukung KPK untuk mengusut mafia tambang dan pejabat yang terlibat. Kami rakyat Aceh tak ingin terjadi seperti di Papua, " ujar H. Fachrul Razi, M.IP dalam orasinya.

Fachrul Razi meminta mahasiswa dan rakyat Aceh bersatu dan bergerak melawan, “Kita sedang di rampok, tambang emas itu bukan hanya masalah Nagan Raya tapi masalah Aceh, Ini harta masa depan Aceh, jangan dirampas dari kami sebagai anak bangsa dan kini Pemerintah Pusat menjual harta Aceh ke asing, ini penghianatan terhadap Aceh dan Republik,” teriaknya.

Baca: Kombatan Bangun Posko Dukungan Petisi Tolak Tambang Emas di Beutong Ateuh

Fachrul Razi mendesak Presiden Jokowi agar mencopot Menteri ESDM dan Dirjen Minerba dan meminta KPK RI memproses izin tambang tersebut.

Fachrul Razi mengatakan Izin tambang emas itu berada di area penggunaan lain (APL) seluas 2 779 hektare dan hutan lindung 4. 709 hektare.

Lokasi pertambangan emas PT. EMM berada di 2 (dua) kecamatan, yaitu Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang Kabupaten Nagan Raya dan Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah.

Baca: Terkait Tambang Emas di Nagan Raya, Ini Penjelasan Humas Kementerian ESDM

Munawar Khalil yang juga orator lainnya juga mengingatkan KPK supaya segera mengusut izin usaha pertambangan operasi produksi PT Emas Mineral Murni (EMM) yang dikeluarkan, 9 Juli 2018 dengan luas area konsensi 10.000 hektare.

Peserta aksi terdiri dari SlMAK (Spesialisasi Mahasiswa Anti Korupsi) SAPMA - SPMA (Satuan Aksi Pemimpin Muda Aceh -Sekolah Pemimpin Muda Aceh), LMND Aceh, Himapol Aceh, SPMA Nagan Raya. Hadir juga Sekjend Dema UIN Arraniry, Ketua BEM FISIP Unsyiah, Aktivis HMI asal Aceh. (*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved