Jalan Malikul Saleh Lamlagang Banda Aceh Rawan Kecelakaan, Dewan Minta Rambu Ditambah

Proyek lanjutan pelebaran Jalan Sultan Malikul Saleh yang menghubungkan Lamlagang ke Lhong Raya sudah berjalan sejak dua minggu terakhir.

Jalan Malikul Saleh Lamlagang Banda Aceh Rawan Kecelakaan, Dewan Minta Rambu Ditambah
Dok. warga Lamlagang
Sedan terperosok ke dalam lubang yang tidak dipasang rambu di Jalan Malikul Saleh, Banda Aceh, yang tengah dilebarkan, Minggu (4/11/2018). 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Proyek lanjutan pelebaran Jalan Sultan Malikul Saleh yang menghubungkan Lamlagang ke Lhong Raya sudah berjalan sejak dua minggu terakhir.

Namun akibat minimnya rambu, sejumlah kendaraan kerap mengalami kecelakaan lalu lintas di lokasi itu. Terbaru, satu mobil sedan terperosok ke dalam parit, Minggu (4/11/2018) malam.  

Tak hanya itu, beberapa hari sebelumnya, seorang ibu yang mengendarai sepeda motor menabrak kereb median jalan karena tak terlihat olehnya.

Ia mengalami cedera bahu dan luka-luka lecet dengan kondisi motor rusak parah.

Amatan Serambinews.com, banyak pengendara yang belum terbiasa dengan kondisi itu, sebab jalan dua jalur tersebut sudah terbilang lama tak memiliki median. 

Menanggapi kondisi itu, Anggota DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, Senin (5/11/2018) menilai perlu antisipasi serius dari Dinas PUPR Aceh agar kejadian itu tidak terus terulang.

Baca: Median Jalan T Hamzah Bendahara Rawan Kecelakaan

Baca: Simpang Meunasah Gadong dan Komes Rawan Kecelakaan

Baca: Rawan Kecelakaan, Pemudik Diminta Hati-hati Melintas di Kawasan Aceh Singkil Ini

Karena menurutnya hanya dinas tersebut yang dapat memerintahkan rekanan untuk memaksimalkan rambu pengingat di areal proyek.

Dia menambahkan, rambu yang dipasang itu juga harus terlihat jelas (bercahaya) pada malam hari untuk memudahkan pengendara. 

“Jangan pelit dalam memasang rambu, karena itu kewajiban rekanan. Jangan sampai jatuh korban lagi karena rambu-rambu proyek tidak memadai,” ujar Irwansyah.

Menurutnya, kecelakaan kerap terjadi saat pengendara terutama yang jarang melewati kawasan itu spontan menghindari persil tanah yang belum bebas. 

“Pengendara ini biasanya terkejut dan menabrak bibir median jalan tanpa ada rambu,” jelasnya. Kata Irwansyah, persil dekat masjid Lhong Raya harus menjadi prioritas untuk dibebaskan, karena rawan terjadi kecelakaan.

Sementara Kepala Dinas PUPR Banda Aceh, Ir Gusmeri MT yang dimintai pendapat terkait kondisi itu mengaku akan menyampaikan persoalan itu ke dinas provinsi, karena mulai tahun ini proyek tersebut dikerjakan oleh pihak provinsi. (*) 

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved