BNN Tembak Mati Gembong Narkoba Internasional di Aceh Besar

dalam upaya penangkapan tersebut Tim BNN Pusat sempat memperkenalkan diri dan telah meminta tersangka berhenti dan tidak melarikan diri

BNN Tembak Mati Gembong Narkoba Internasional di Aceh Besar
NET
ILUSTRASI 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Tim Penindakan dan Pengejaran (Danjar) Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat, menembak mati Burhanuddin alias Burhan (56), bandar narkoba yang juga anggota jaringan narkotika internasional Malaysia-Aceh, Rabu (7/11/2018) pagi.

Burhan, pria asal Glumpang Baro, Pidie yang masuk DPO BNN Pusat itu tewas diterjang timah panas, di dekat rumah bendeng yang menjadi tempat tinggalnya, di Pinto Khop, Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar, saat petugas BNN Pusat mendatangi dan berusaha menangkapnya sekitar pukul 08.00 WIB.

Baca: Terungkap Motif Pembunuhan Guru Honorer di Kuta Alam Berlatar Utang

Baca: 10 Fakta Ibrahim Hongkong, Anggota DPRD dari Fraksi Nasdem Tersangka Pemilik 150 Kg Sabu

Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Drs Faisal Abdul Naser MH, melalui Kabid Pemberantasan BNNP Aceh, Amanto SH MH, menjelaskan Burhan yang masuk jaringan Ibrahim alias Hongkong yang diringkus beberapa waktu lalu, di Pangkalan Susu, Sumut itu, telah diperingatkan untuk tidak melarikan diri.

Bahkan, dalam upaya penangkapan tersebut Tim BNN Pusat sempat memperkenalkan diri dan telah meminta tersangka berhenti dan tidak melarikan diri.

Malah tidak cukup di sana, kata Amanto kepada Serambinews.com, Kamis (8/11/2018) petugas berupaya melepaskan tiga tembakan peringatan ke udara agar tersangka mau berhenti dan bersikap kooperatif.

Baca: Ini Jadwal Fuzhou China Open 2018: Dari 6 Pebulu Tangkis Indonesia Terisa, Sektor Ganda Jadi Andalan

Baca: Ibrahim Hongkong Anggota Dewan yang Kendalikan Peredaran Narkoba di Tiga Provinsi, Termasuk Aceh

Namun, DPO yang tanpa mengenakan baju saat itu tetap tidak mau mengindahkan tembakan tersebut dan terus berusaha kabur, sehingga tindakan terarah dan terukur pun menjadi pilihan akhir bagi petugas BNN Pusat.

Timah panas pun dilepaskan dan mengenai perut tersangka Burhan yang diduga meninggal di lokasi dan sempat dilarikan ke RS Bhayangkara, Banda Aceh saat itu.

"Burhanuddin masuk DPO BNN Pusat itu berdasarkan surat DPO Nomor: DPO/05-P2/VIII/2018/BNN tanggal 24 Agustus 2018. Ia bandar besar narkoba yang ikut memasok sabu-sabu dan termasuk anggota jaringan Malaysia-Aceh yang terlibat langsung dalam jaringan Ibrahim alias Hongkong yang ditangkap beberapa waktu lalu dengan barang bukti sabu 75 kg bruto dan sabu-sabu itu dipasok oleh DPO Burhanuddin," ungkap Amanto.

Baca: Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura, Siaran Langsung Piala AFF di RCTI Pukul 19.30 WIB

Baca: BNN Tangkap Pemuda Aceh Anak Buah Ibrahim Hongkong, Selundupkan Sabu-sabu dari Malaysia ke Aceh

Karena tersangka memang masuk DPO BNN Pusat, pihaknya dari BNNP Aceh hanya membantu proses pengurusan jenazah saat tiba di Rumah Sakit Bhayangkara, Banda Aceh dan penyerahan mayat kepada keluarga, pungkas Amanto.(*)

Berita selengkapnya baca Harian Serambi Indonesia, edisi Jumat (9/11/2018).

Penulis: Misran Asri
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved