Jaksa Sebut Jamal Khashoggi Disuntik Mati Sebelum Tubuhnya Dimutilasi
Mojeb mengatakan ada 21 orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan Khashoggi, dengan 11 di antaranya bakal
SERAMBINEWS.COM - Jaksa Agung Arab Saudi Saud al-Mojeb menuturkan, dia menuntut hukuman mati bagi lima pelaku pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.
Dalam pernyataannya, Mojeb mengatakan ada 21 orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan Khashoggi, dengan 11 di antaranya bakal menjalani persidangan.
Baca: Dua Penambang Emas Ilegal Divonis 6 Tahun
"Kami menuntut hukuman mati kepada lima orang karena dianggap memerintahkan pembunuhan tersebut," kata Mojeb dikutip Al Jazeera Kamis (15/11/2018).
Mojeb melanjutkan dengan membeberkan kronologis kematian kolumnis media Amerika Serikat (AS) The Washington Post tersebut.
Baca: Arab Saudi akan Hukum Mati Pembunuh Khashoggi, Bukan untuk Keadilan Tapi Demi Lindungi MBS
Khashoggi, kata Mojeb, tewas setelah disuntik dengan cairan oleh lima pelaku di dalam gedung konsulat di Istanbul, Turki, oleh lima orang.
Kelima pelaku kemudian memutilasi jenazahnya, dan potongannya diserahkan ke seorang agen yang telah menunggu di luar gedung.
Baca: Jangan Buat Masyarakat Resah
"Selain hukuman mati, kami bakal memberikan hukuman yang pantas kepada para pelaku lainnya," ujar Mojeb dilansir SPA via AFP.
Khashoggi dibunuh ketika memasuki gedung Konsulat Saudi di Istanbul untuk mengurus dokumen pernikahannya pada 2 Oktober lalu.
Baca: Komentar Ghazali Abbas Diapresiasi dan Dihujat
Baca: Pertamina Usul Tambah Solar
Media Turki Daily Sabah memberitakan telah mendapatkan citra sinar-X isi tas dari 15 pelaku pembunuhan Khashoggi.
Tim tersebut dipimpin Maher Abdulaziz Mutreb yang dilaporkan merupakan pengawal Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS).
Sementara harian AS, The New York Times, mewartakan, Mutreb kemudian melakukan panggilan telepon untuk melaporkan misinya.
Baca: KPK Minta Ayah Merin Serahkan Diri
"Pergi, katakan kepada bos Anda bahwa operasi telah berhasil diselesaikan," demikian ucapan Mutreb yang sering tertangkap kamera berada di samping MBS.
Pejabat intelijen Turki percaya perkataan "bos Anda" merujuk kepada MBS, dan Mutreb saat itu sedang menelepon salah satu asisten sang putra mahkota.
Jenazah jurnalis berusia 59 tahun tersebut dimutilasi dan dilenyapkan di kediaman dinas Konsul Jenderal Saudi di Istanbul Mohammed al-Otaibi.
Penasihat Presiden Recep Tayyip Erdogan Yasin Aktay menuturkan, jenazah Khashoggi dimutilasi agar lebih mudah dilenyapkan menggunakan cairan asam.
Baca: Subulussalam Dipastikan Gagal Ikut PORA XIII, Sekretaris KONI: Kami Berharap Ada Keajaiban