8 TKI Aceh di Entikong Dipulangkan

Sebanyak delapan TKI asal Aceh yang telantar di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimatan Barat (Kalbar) perbatasan Indonesia-Malaysia

8 TKI Aceh di Entikong  Dipulangkan
IST
Sebelas warga Aceh berada di Polsek Entikong Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), setelah kabur dari Malaysia dengan jalan kaki selama tiga hari. Foto direkam, Senin (27/8/2018). 

LHOKSUKON - Sebanyak delapan TKI asal Aceh yang telantar di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimatan Barat (Kalbar) perbatasan Indonesia-Malaysia, Jumat (16/11), dipulangkan ke Aceh menggunakan pesawat. Biaya pemulangan ditanggung Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia ( BP3TKI) dan Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Entikong, setelah berkomunikasi dengan Anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman alias Haji Uma.

“Setelah didata identitas mereka di Polsek Entikong, lalu delapan TKI kita tersebut dibawa ke Kantor BP3TKI Pontianak menggunakan transportasi darat dengan menempuh perjalanan selama enam jam,” ujar Haji Uma kepada Serambi, Jumat (16/11). Kemudian, sesampai di kantor tersebut, mereka juga diperiksa kesehatan dan didata kembali untuk pendataan.

“Tadi pagi kita berkomunikasi lagi dengan Kepala BP3TKI Pontianak Maruji Manulang dan Koordinator P4TKI Entikong Victor Fernando. Mereka berangkat dari Pontionak pukul 13.25 WIB ke Medan. Kemudian pukul 19.35 WIB berangkat dari Bandara Internasional Kuala Namu Medan ke Banda Aceh,” ujar Haji Uma.

Haji Uma menambahkan dirinya intens berkomunikasi dengan sejumlah instansi terkait di Pontianak, termasuk dengan Polsek Entikong agar delapan TKI asal Aceh Tamiang tersebut tertangani. “Kita juga sudah menghubungi Kapolres Aceh Tamiang (AKBP Zulhir Destrian), untuk meminta agar agen ilegal yang membawa TKI tersebut diproses sesuai ketentuan hukum,” katanya.

Sebab, kejadian telantar delapan TKI di Entikong untuk kedua kalinya yang persoalannya juga sama dengan yang pertama dulu, yakni gaji mereka tak dibayar sesuai dijanjikan, sehingga mereka kabur. “Saya juga menghubungi Dinas Sosial Aceh, untuk mendampingi mereka setelah sampai di Banda Aceh untuk melaporkan peristiwa itu ke Polda Aceh,” katanya.

Supaya kata Haji Uma kejadian tersebut tidak terulangi kembali terhadap TKI Aceh yang lain. “Kita berharap kepada 11 TKI sebelumnya yang sudah kita bawa pulang juga dapat melaporkan, jika memang merasa merugikan, supaya mendapatkan kembali haknya,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, 8 TKI asal Aceh Rabu (14/11) ditemukan telantar di Kecamatan Entikong setelah kabur dari perkebunan Miri-Malaysia.

Akan dijemput
Haji Uma menambahkan berdasarkan keterangan salah satu dari delapan TKI tersebut, masih ada sekitar 25 lagi TKI Aceh dalam perkebunan sawit di Malaysia. Namun, mereka belum bisa kabur. Tapi mereka juga tak sanggup bertahan lagi karena gaji yang tak sesuai dijanjikan agen TKI tersebut. “Pihak BP3TKI Pontianak dan P4TKI Entikong akan mencari mereka nantinya untuk dijemput,” katanya. (jaf)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved