Benarkah Penculikan di Abad 19 Jadi Penyebab Suku Sentinel Trauma Orang Asing?

Penduduk yang sangat terisolasi dan pemalu. Mereka makan akar, kura-kura, dan menyimpan tengkorak babi hutan.

Benarkah Penculikan di Abad 19 Jadi Penyebab Suku Sentinel Trauma Orang Asing?
dailymail
Satu dari sedikit foto yang memperlihatkan sekilas penduduk pulau Sentinel Utara, kepulauan Andaman, India. Suku asli pulau ini sudah menghuni tempat itu sejak 60.000 tahun lalu dan sejak saat itu mereka menolak modernisasi. 

SERAMBINEWS.COM - Kematian pria asal Amerika Serikat John Allen Chau yang dipanah oleh suku terasing penghuni Pulau Sentinel Utara di Kepulauan Andaman, India, kembali menyoroti keberadaan kelompok masyarakat yang menutup diri dari dunia luar itu.

Laporan dari India Today menyebutkan, suku Sentinel di Andaman bagian barat tidak berjabat tangan.

Hidup berburu dan meramu, mereka menggunakan salam dengan duduk di pangkuan satu sama lain dan mendaratkan tamparan hangat di punggung mereka sendiri.

Keramahan itu biasanya tidak akan dipakai ketika berhadapan dengan orang asing dari luar pulau.

Panah yang dilesatkan justru sebagai gantinya.

Baca: Selain Suku Sentinel, Ini 4 Suku Lain yang Paling Berbahaya dan Terisolasi di Dunia

Namun pernah suatu ketika, orang asing menginjakkan kaki di pulau tersebut pada akhir abad 19, ketika India berada di bawah kekuasaan Inggris.

Melansir New York Times, seorang perwira angkatan laut Inggris menggambarkan sebuah pulau terpencil yang dikelilingi karang di Laut Andaman.

Dia bertemu dengan salah satu suku paling misterius di dunia.

Penduduk yang sangat terisolasi dan pemalu. Mereka makan akar, kura-kura, dan menyimpan tengkorak babi hutan.

Perwira itu bernama Maurice Vidal Portman. Terpesona akan keunikan pulau, dia menculik beberapa anggota suku terdiri pasangan orang dewasa dan empat anak, membawa mereka ke rumahnya di sebuah pulau yang lebih besar.

Baca: Kembali Bunuh Orang Asing, Suku Terasing Sentinel Jadi Perbincangan, Ini Keunikan Suku Tersebut

Halaman
123
Editor: Amirullah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved